Friday, April 2, 2010

Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur Dan Jenis Kelamin.

Komposisi penduduk digunakan sebagai perencanaan pembangunan kependudukan sehingga dinamika penduduk bisa terdeteksi. Contoh : perhatikan penduduk di sekitar daerah tempat tinggalmu. Kamu akan menemukan bahwa mereka berbeda dalam hal umur dan jenis kelamin. Dari segi umur kamu dapat membedakan mana penduduk yang masih anak-anak dan penduduk yang sudah dewasa, serta penduduk yang sudah lanjut usia. Dari segi jenis kelamin kamu dapat menentukan mana laki-laki dan mana perempuan.
A. Piramida Penduduk.
Piramida penduduk menyajikan data kependudukan dalam dalam bentuk diagram batang yang menunjukkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Tersusun dari garis atau koordinat vertikal yang digunakan untuk menyatakan golongan umur. Jenis kelamin laki-laki disebelah kiri sedangkan golongan perempuan di sebelah kanan. Garis horizontal digunakan untuk menunjukkan jumlah.
1. Piramida berbentuk Segitiga (Limas).
Menggambarkan sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda atau berciri ekspansif. Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan susunan penduduk yang terus bertambah dengan pertumbuhan yang cepat. Piramida penduduk Indonesia termasuk kelompok ini.
2. Piramida Berbentuk Sarang Tawon (batu nisan).
Menggambarkan tingkat kelahiran yang lebih rendah dari tingkat kematian atau bersifat konstruktif. Penurunan tingkat kelahiran yang tajam menyebabkan pertumbuhan penduduk mengalami penurunan.keadaan ini mengakibatkan jumlah penduduk terus berkurang. Bentuk piramida ini jarang dijumpai di dunia, karena hanya terjadi pada negara-negara yang mengalami kemunduran jumlah penduduk. Contoh : piramida penduduk Jerman, Belgia dan Swiss.
3. Piramida Berbentuk Segi Empat.
Menggambarkan tingkat kelahiran yang hamoir sama dengan tingkat kematian atau bersifat stasioner. Pertumbuhan penduduk cenderung tetap. Piramida ini menunjukkan jumlah penduduk muda,dewasa,dan tua hampir sama. Contoh : bentuk piramida penduduk Jepang, dan Singapura serta beberapa negara yang tergolong maju.
B. Pentingnya Mengetahui Komposisi Penduduk.
1. Rasio Jenis Kelamin.
Rasio jenis kelamin merupakan angka perbandingn jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan.

Rasio Jenis Kelamin: x 100
Besar kecilnya rasio jenis kelamin di suatu wilayah dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, rasio jenis kelamin (sex ratio birth), tingkat kematian antara penduduk laki-lakidengan perempuan, dan tingkat migrasi penduduk laki-laki dan perempuan.

2. Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
Penduduk tidak produktif menjadi tanggungan penduduk produktif.
a. kelompok umur muda ( 0-14 tahun )
b. kelompok umur muda ( 15-64 tahun )
c. kelompok umur tua ( lebih dari 65 tahun )
Kelompok umur muda & kelompok umur tua merupakan penduduk tidak produktif, sedangkan kelompok umur dewasa merupakan penduduk yang produktif.. Angka beban tanggungan (ABT) menunjukkan jumlah penduduk tidak produktif yang menjadi tanggungan penduduk dalam 100 jiwa.

ABT = x 100%

Dampak plastik terhadap lingkungan

Dampak plastik terhadap lingkungan merupakan akibat negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Dampak ini ternyata sangat signifikan. Kemarin saya telah mengupload postingan tentang Bahaya Kemasan Plastik dan Kresek Post kali ini lebih menyoroti bahaya limbah plastik terhadap lingkungan.
Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.
Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.
Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.
Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Serta kantong plastik yang sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan memberikan akibat antara lain:
• Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
• Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
• PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
• Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
• Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
• Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
• Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
• Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
• Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.
• Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.
Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi.
Sumber : http;//alamendah.wordpress.com/2009/07/17mengenal- bahaya-kemasan-plastik-dan-kresek

KERUSAKAN SUMBER DAYA ALAM

Ketersediaan sumber daya alam di permukaan bumi sangat beragam dan penyebaran tidak merata. Ada sumber daya alam yang melimpah ruah dan ada pula yang jumlahnya terbatas atau sangat sedikit. Bahkan ada yang sekali diambil akan habis.
Bila terjadi ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan persediaan sumber daya
alam, maka lingkungan hidup bisa berubah. Perubahan sebagai akibat kegiatan manusia
hasilnya bisa baik, bisa juga buruk.Contoh perubahan lingkungan ke arah yang buruk
adalah pencemaran lingkungan ( pencemaran udara, air, dan tanah ), pembukaan hutan,
dan permasalahan di bidang sosial. Umumnya, kerusakan sumber daya alam diakibatkan
oleh pengelolaan tanpa perhitungan.

*Faktor-faktor penyebab kerusakan Sumber Daya Alam

1. Kerusakan akibat peristiwa alam

a. Kerusakan akibat letusan gunung berapi.

Letusan gunung berapi merupakan salah satu aktivitas vulkanisme. Letusan gunung
berapi merupakan gejala alam. Manusia tidak mampu membendung atau
mencegahnya. Akibat dari letusan gunung berapi dapat merusak lingkungan hidup.
Kerusakan itu antara lain :

1. Kerusakan gunung berapi melemparkan berbagai material padat yang dapat
menimpa perumahan, daerah pertanian, hutan, dan sebagainya.
2. Hujan abu vulkanik yang menyertai letusan dapat menyebabkan terganggunya
pernapasan juga pemandangan yang gelap, dan dapat menutupi areal pertanian
dan perkebunan yang bisa mengurangi produksi.
3. Aliran lahar dapat menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga ketika hujan
turun menimbulkan banjir.
4. Gas yang mengandung racun dapat mengancam keselamatan makhluk disekitar
gunung api.
5. Lava panas yang meleleh akan merusak dan mematikan apa saja yang dilaluinya.
Setelah dingin, akan membeku menjadi batuan yang keras yang dapat
menghambat pertumbuhan tanaman.

6. Awan panas yang berhembus dengan kecepatan tinggi dan tidak terlihat mata
dapat menewaskan makhluk hidup yang dilaluinnya.
7. Lahar dingin, dapat merusak areal pertanian, dan daerah permukiman penduduk serta bangunan lain.
8. Debu-debu gunung api yang bertebaran di udara, dapat menghalangi radiasi matahari, dan membahayakan penerbangan udara.
b. Kerusakan akibat gempa bumi.

Gempa bumi merupakan hentakan lapisan bumi yang bersumber dari lapisan di sebelah dalam merambat ke permukaan bumi. Kerusakan akibat gempa bumi menimbulkan gejala langsung maupun tidak langsung :
1. Banjir atau tanggul rusak.
2. Gempa di dasar laut menyebabkan tsunami.
3. Tanah di permukaan menjadi merekah.
4. Tanah longsor.
5. Bangunan roboh.
6. Kebakaran yang terjadi akibat dampak lanjutan gempa.
c. Kerusakan akibat Cyclon (angin topan).

Siklon adalah tekanan udara rendah berupa angin-angin topan atau badai. Kerusakan yang ditimbulkannya tergantung dengan kuat arusnya. Tipe-tipe siklon :
1. Siklon tropik : terjadi di permukaan laut.
2. Siklon Gelombang : di daerah lintang sedang dan lintang tinggi bersifat sangat merusak.
3. Tornado di AS : merupakan siklon hebat yang berasal dari anginnya yang sangat kuat.
Kerusakan yang disebabkan oleh angin topan adalah sebagai berikut:
1. Rumah-rumah yang kurang kuat terbawa sampai beberapa kilometer.
2. Bangunan rumah tembok dan gedung–gedung rusak atapnya bahkan ada yang roboh.
3. Merusak areal hutan, perkebunan, dan pertanian.
d. Musim Kemarau
Beberapa kerusakan akibat musim kemarau,adalah sebagai berikut :
1. Tumbuh-tumbuhan banyak yang mati sehingga dapat mengancam kehidupan makhluk hidup lainya.
2. Sungai-sungai, danau-danau dan air tanah menjadi kering sehingga dapat merugikan daerah pertanian.
3. Sumur-sumur dan sumber air kering.
2. Kerusakan akibat ulah manusia.
a. Pertanian
Penggundulan hutan merupakan salah satu contoh kerusakan yang diakibatkan oleh kegiatan pertanian ladang berpindah. Tempat yang ditinggalkan menjadi kurang subur dan ditumbuhi alang-alang. Akibat lebih jauh, saat musim hujan akan terjadi proses pengikisan tanah permukaan yang intensif. Hal ini bisa menyebabkan banjir, sementara itu saat musim kemarau tempat seperti itu akan mengalami kekurangan air.
b. Perikanan
Cara penangkapan ikan yang salah, seperti menggunakan pukat harimau juga menyebabkan kian berkurangnya jenis-jenis ikan tertentu di daerah perairan. Apalagi bila menggunakan bahan peledak, tidak saja ikan besar yang mati, tetapi larva dan ikan-ikan kecil lainnya juga ikut mati.
c. Teknologi dan Industri
Penggunaan traktor dalam membajak sawah sebagai alat bantu, traktor memang mempermudah dan mempercepat dalam membajak sawah. Namun, kadang ada hal lain yang terbawa seperti, sisa bahan bakar, buangan oli, dan sebagainya. Hal tersebut bisa merusak lingkungan.
d. Pencemaran
Pencemaran (polusi) adalah peristiwa berubahnya keadaan alam (udara, air, dan tanah) karena adanya unsur-unsur baru atau meningkatnya sejumlah unsur tertentu. Macam-macam pencemaran adalah sebagai berikut :
1. Pencemaran Udara
Hasil limbah industri, limbah pertambangan, dan asap kendaraan bermotor dapat mencemari udara. Asap-asap hasil pembuangan tersebut terdiri atas karbon monoksida, karbon dioksida, dan belerang dioksida. Karbon dioksida mengakibatkan hawa pengap dan naiknya suhu permukaan bumi. Karbon monoksida dapat meracuni dan mematikan makhluk hidup sedangkan belerang dioksida menyebabkan udara bersifat korosif yang menimbulkan proses perkaratan pada logam.
2. Pencemaran suara
Pencemaran suara dapat timbul dari bising-bising suara mobil, kereta api, pesawat udara, dan jet. Di pusat-pusat hiburan dapat pula terjadi pencemaran suara yang bersumber dari tape recorder yang diputar keras-keras. Adanya pencemaran suara dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit dan gangguan pada manusia dan hewan ternak, seperti gangguan jantung, pernafasan dan gangguan saraf.
3. Pencemaran air
Pembuangan sisa-sisa industri secara sembarangan bisa mencemarkan sungai dan laut. Jika sungai dan laut tercemar, akibatnya banyak ikan dan mikrobiologi yang hidup di dalamnya tak mampu hidup lagi. Selain itu air sungai dan laut yang tercemar itu juga mengakibatkan sumber air tercemar sehingga manusia sulit mendapat air minum yang sehat dan bersih.
4. Pencemaran tanah
Pada dasarnya tanah pun dapat mengalami pencemaran, penyebabnya antara lain :
• Bangunan barang-barang atau zat-zat yang tidak larut dalam air yang berasal dari pabrik-pabrik.
• Pembuangan ampas kimia dan kertas plastik bekas pembungkus botol bekas.
e. Banjir
Faktor-faktor lingkungan yang menyebabkan banjir, antara lain :
 Penggundulan hutan secara tak terencana
 Pembuangan sampah di sembarang tempat
 Sulit meresapnya air hujan di tanah perkotaan karena tanah perkotaan banyak tertutup semen beton dan aspal.
 Rusaknya tanggul-tanggul sungai dan banyaknya sungai yang dangkal dengan sungai yang berkelok-kelok.


Beberapa ulah manusia baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan Sumber Daya Alam yaitu :
1. Penebangan hutan secara liar.
2. Perburuan liar.
3. Merusak hutan bakau.
4. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
5. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
6. Pembangunan liar di daerah aliran sungai.
7. Pemanfaatan SDA secara berlebihan di luar batas.
Upaya mengantisipasi kerusakan Sumber Daya Alam.
1. Pelestarian hutan.
Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan antara lain :
1. Reboisasi / penanaman kembali.
2. Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
3. Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4. Menerapkan sistem tebang tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
5. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.
2. Pelestarian laut dan pantai.
Upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara :
1. Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2. Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3. Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4. Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
3. Pelestarian Flora dan Fauna.
Upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna diantaranya :
1. Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
2. Melarang kegiatan perburuan liar.
3. Menggalakkan kegiatan penghijauan.
4. Pelestarian tanah.
Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir merupakan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yan berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon / penghijauan kembali terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan / pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terassering/sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan. Langkah-langkah untuk menjaga kestabilan lahan pertanian daerah miring dan untuk mengurangi erosi tanah adalah sebagai berikut :
1. Terassering adalah menanam dengan sistem berteras-teras untuk mencegah erosi tanah.
2. Contour farming adalah menanam lahan menurut garis kontur, sehingga perakaran dapat menahan tanah.
3. Contour plowing adalah membajak searah garis kontur sehingga terjadilah alur-alur horizontal.
4. Contour strip cropping adalah bercocok tanam dengan cara membagi bidang-bidang tanah itu dalam bentuk sempit dan memanjang dengan mengikuti garis kontur sehingga bentuknya berbelok-belok, dan jenis tanamannya tumpang sari.
5. Crop rotation adalah usaha pergantian jenis tanaman, supaya tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara.
6. Pembuatan tanggul pasangan (guludan) untuk menahan hasil erosi.
7. Reboisasi, menanam kembali hutan-hutan yang gundul.
5. Pelestarian udara.
Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Upaya yang dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain :
1. Menggalakkan penanaman pohon ataupun tanaman hias. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.
2. Mengupayakan pengurangan emisi / pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran asap mesin yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter bagi cerobong asap pabrik.
3. Mengurangi / bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. Gas Freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetik adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet keluar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusak jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara.

Sumber Daya Alam.

Pengertian :

Sumber Daya : Segala sesuatu yang berupa abiotik maupun abiotik untuk menjaga kelangsungan hidup manusia.

Sumber Daya Alam : adalah segala sesuatu yang ada di alam baik berupa benda hidup maupun benda mati untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dan menambah kesejahteraan.

Komponen Sumber Daya :
- Abiotik ( benda mati)
- Biotik ( benda hidup)

Sifat-sifat Sumber Daya Alam :
- Tersebar tidak merata.
- Saling ketergantungan.
- Akan mengalami kelangkaan.
- Dapat diperbaharui (renewable) dan tidak dapat diperbaharui (Unrenewable).

Jenis Sumber Daya Alam.
Menurut sifatnya, SDA dibagi menjadi 3 golongan sebagai berikut :

1. Sumber Daya Alam yang tidak dapat di perbaharui (unrenewable resource)
Sumber daya alam ini terdapat dalam jumlah yang relative statis karena tidak ada penambahan / pembentukannya sangat lambat bila dibandingkan dengan umur manusia. Pembentukan memerlukan waktu ratusan bahkan jutaan tahun. Contoh : bahan mineral, batu bara, gas alam, dan sumber daya alam fosil lainnya.
Berdasarkan daya pakai dan nilai konsumtifnya SDA ini dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. SDA yang tidak cepat habis.
Karena nilai konsumtifnya terhadap barang itu relative kecil. Disamping itu, SDA ini dapat dipakai secara berulang-ulang sehingga tidak cepat habis. Contoh : intan, batu permata, dan emas.
2. SDA yang cepat habis.
Karena nilai konsumtifnya akan barang itu relative tinggi. Manusia menggunakan dalam jumlah yang banyak, sehingga SDA ini akan cepat habis. Daur ulangnya sukar dilakukan. Contoh : bensin, gas alam, dan bahan baker lainnya.

SDA yang tidak dapat diperbaharui kebanyakan di dapat dari bahan galian. Menurut cara terbentuknya, bahan galian dibedakan menjadi :
1. Bahan galian Magmatik, yaitu bahan galian yang terjadi dari magma dan bertempat di dalam / berhubungan dan dekat dengan magma.
2. Bahan galian Pematit, yaitu bahan galian yang terbentuk didalam diatrema dan dalam pembentukan instrusi (gang dan apofisa).
3. Bahan galian hasil pengendapan, yaitu bahan galian yang terkonsentrasi karena pengendapan di dasar sungai / genangan air melalui proses pelarutan atau pun tidak.
4. Bahan galian hasil pengayaan sekunder, yaitu bahan galian yang terkonsentrasi karena proses pelarutan pada batuan hasil pelapukan.
5. Bahan galian hasil metamorfosis kontak, yaitu batuan sekitar magma yang karena bersentuhan dengan magma berubah menjadi mineral ekonomik.
6. Bahan galian Hidrotermal, yaitu resapan magma cair yang membeku di celah-celah struktur lapisan bumi atau pada lapisan yang bersuhu relative rendah dibawah 500°C.

2. Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui (renewable resorce).
Karena alam mampu menghasilkan pembentukan baru dalam waktu relative cepat. Pembaruan bisa terjadi dengan dua jalan :
1. Pembaruan dengan reproduksi.
Pembaruan ini terjadi pada SDA hayati, karena hewan dan tumbuhan dapat berkembang biak sehingga jumlahnya selalu bertambah.
2. Pembaruan dengan adanya siklus.
Beberapa SDA, misalnya air dan udara terjadi dalam proses yang melingkar membentuk siklus. Dengan demikian, selalu terjadi pembaruan.

Aktifitas manusia dapat menurunkan kualitas dan kuantitas SDA seperti berikut :
- Pencemaran udara akan menurunkan kualitas atmosfer bumi, serta
- Penebangan hutan dapat menurunkan kualitas air tanah dan menimbulkan banjir.

3. Sumber Daya Alam yang selalu tersedia.
Matahari sangat berpengaruh terhadap iklim (cuaca), tumbuhan dan hewan. Sinar matahari juga dapat diubah menjadi tenaga listrik dengan menggunakan sel matahari / pembangkit listrik tenaga surya.

Menurut jenisnya SDA dibagi menjadi :
1. SDA hayati / biotik. Contoh : tumbuhan, hewan dan mikroorganisme.
2. SDA nonhayati / abiotik. Contih : bahan tambang, tanah, air.

Menurut kegunaan / penggunaannya, SDA dikelompokan menjadi dua :
1. SDA penghasil bahan baku.
2. SDA penghasil energi.

Berdasarkan bagian yang dapat dimanfaatkan, SDA diklasifikasikan sebagai berikut :
a. SDA materi.
Contoh : mineral magnetit. Hematit, limonit, siderit, dan pasir kuarsa dapat dilebur menjadi besi / baja.

b. SDA hayati.
SDA yang berbentuk makhluk hidup. SDA hayati dapat digolongkan sebagai SDA materi maupun energi. Contoh : barang yang kita makan secara langsung adalah materinya, tetapi didalam tubuh makanan tersebut mamberikan energi, sehingga manusia mempunyai tenaga untuk bergerak dan bekerja.

c. SDA energi.
Apabila barang yang dimanfaatkan manusia berupa energi yang terkandung dalam SDA tersebut. Contoh : bahan bakar minyak, gas alam, batu bara, dan kayu bakar.

d. SDA ruang.
Yaitu ruang / tempat yang diperlukan manusia dalam hidupnya. Ruang, dalam hal ini dapat berarti ruang untuk mata pencaharian, tempat tinggal, dan sebagainya.

e. SDA waktu.
Ssebagai SDA, waktu tidak dapat berdiri sendiri melainkan terikat dengan pemanfaatan SDA lainnya. Contoh : air sulit didapat pada musim kemarau. Akibatnya, mengganggu tanaman pertanian.

Klasifikasi Bahan Galian menurut UU No.11 tahun 1967.
a. golongan A.
yaitu golongan bahan galian strategis, penting untuk pertahanan, keamanan Negara atau untuk menjamin perekonomian Negara. Contoh : semua jenis bau bara, minyak bumi, tembaga, besi, nikel, dan sebagainya.

b. golongan B.
yaitu, golongan bahan galian vital. Bahan galian ini penting untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Contoh : emas, perak, batu permata, dan sebagainya.

c. golongan C.
yaitu, bahan galian yang tidak termasuk ke dalam golongan A maupun B. Contoh : pasir dan batu.

Pembagian Wilayah Fauna di Dunia

Persebaran fauna di muka bumi ini didasarkan oleh factor fisiografik, klimatik, dan biota yang berbeda antara wilayah yang satu dengan lainnya, sehingga menyebabkan perbedaan jenis hewan di suatu wilayah. Misalnya, hewan yang bisa hidup di pegunungan akan sulit hidup di dataran rendah atau hewan yang biasa hidup di daerah panas akan sulit hidup di daerah yang beriklim dingin. Di samping itu, factor sejarah geologi juga mempengaruhi persebaran hewan di wilayah tertentu. Karena wilayah tersebut pernah menjadi satu. Pada tahun 1876 Alfred Russel Wallace membagi wilayah persebaran fauna atas 8 wilayah yaitu :

1. wilayah Ethiopian.

Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika dari sebelah selatan gurunSahara, Madagaskar, dan Selatan Saudi Arabia. Hewan yang khas daerah ini adalah gajah Afrika, Badak Afrika, gorilla, baboon, simpanse, jerapah, mamalia padang rumput seperti zebra, antilope, kijang, singa, jerapah, harimau, dan mamalia pemakan serangga yaitu, trenggiling. Mamalia endemic di wilayah ini adalah kuda nil yang hanya terdapat di sungai nil, Mesir. Namun di Madagaskar juga terdapat kuda nil namun lebih kecil. Wilayah Ethiopian juga memiliki hewan yang hampir sama dengan di wilayah oriental seperti golongan kucing, bajing, tikus, babi hutan, kelelawar, dan anjing.

2. Wilayah Paleartik.

Wilayah persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, uni soviet, daerah sekitar kutub utara sampai pegunungan himalaya, kepulauan inggris di eropa barat sampai Jepang, selat Bering di pantai pasifik dan benua Afrika paling utara. Beberapa jenis fauna paleartik yang tetap bertahan di lingkungan aslinya yaitu, panda di cina, unta di afrika utara, binatang kutub seperti rusa, kucing kutub, beruang kutub. Binatang yang berasal dari wilayah ini antara lain, kelinci, berbagai spesies anjing, kelelawar, bajing dan kijang telah menyebar ke wilayah lain.

3. Wilayah Neartik.

Wilayah persebarannya meliputi kawasan Amerika Serikat, Amerika Utara dekat kutub utara, dan Greenland. Hewan khas daerah ini adalah kalkun liar, tikus berkantung di gurun pasir timur, bison, muskox, caribau, domba gunung. Di daerah ini juga terdapat beberapa jenis hewan yang ada di wilayah paleartik seperti, kelinci, kelelawar, anjing, kucing, dan bajing.

4. Wilayah Neotropikal.

Wilayah persebarannya meliputi kawasan Amerika Selatan, dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropic dan bagian selatan beriklim sedang. Hewan endemiknya ikan piranha dan belut listrik di sungai Amazon, Ilama (sejenis unta) di padang pasir Atacama (Peru), tapir, dan kera hidung merah. Neotropikal sangat terkenal sebagai wilayah fauna Vertebrata karena jenisnya yang sangat beragam dan spesifik seperti beberapa jenis monyet, trenggiling, beberapa jenis reptile seperti buaya, ular, kadal, beberapa spesies burung dan ada sejenis kelelawar penghisap darah.

5. Wilayah Oriental.

Tersebar di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Fauna Indonesia yang masuk di wilayah ini hanya di Indonesia bagian barat. Hewan yang khas ini adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng, dan badak bercula satu. Hewan lainnya adalah badak bercula dua, gajah, beruang, antilop, berbagai jenis reptile, dan ikan. Adanya jenis hewan yang hampir sama dengan wilayah Ethiopian antara lain, kucing, anjing, monyet, gajah, badak, dan harimau.

6. Wilayah Australian.

Wilayah ini mencakup kawasan Australian, Selandia baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau sekitarnya. Beberapa hewan khas wilayah ini adalah kangguru, kiwi, koala, cocor bebek (sejenis mamalia bertelur), terdapat juga beberapa jenis burung yang khas wilayah ini seperti burung cendrawasih, kasuari, kakatua, dan betet kelompok reptile antara lain buaya, kura-kura, ular pitoon.

7. Wilayah Oceanik.

Fauna di wilayah ini tersebar di kawasan kepulauan di samudera pasifik. Wilayah ini merupakan pengembangan dari wilayah Australian daratan, dengan spesifikasi fauna tertentu. Oleh karena itu jenis faunanya hanpir sama denganwilayah Australia.

8. Wilayah Antartik.

Wilayahnya mencakup kawasan di kutub selatan. Jenis fauna yang hidup di daerah ini memiliki bulu lebat dan mampu menahan dingin. Misalnya rusa kutub, burung penguin, anjing laut, kelinci kutub, dan beruang kutub.

Kerusakan Flora dan Fauna oleh Manusia.

a. Pencemaran.
Pencemaran lingkungan merupakan factor yang sangat berperan dalam menciptakan kerusakan flora dan fauna. Hasil dari sisa-sisa kemajuan teknologi telah meracuni tanah, air, serta udara. Teknologi hendaknya diciptakan sedemikian rupa sehingga tetap ramah terhadap lingkungan. Pencemaran dapat dibagi menjadi tiga : pencemaran udara, air, dan tanah. Asap pabrik dan kendaraan bermotor melepaskan karbon monoksida ke udara. Udara yang tercemar naik bercampur dengan uap air, terkondensasi, dan turun sebagai hujan. Air hujan yang telah tercemar karbon monoksida bersifat asam sehingga sering disebut hujan asam. Pencemaran air itu pada hakikatnya juga menyebabkan pencemaran udara dan tanah. Zat-zat polutan dalam air yang tercemar akan terurai dan bercampur dengan udara ketika berlangsung proses penguapan. Pencemaran tanah juga menyebabkan pencemaran air dan udara. Zat-zat polutan yang ada didalam tanah dapat menguap ke udara, menimbulkan bau tak sedap dan menyesakkan pernapasan. Sebagian zat polutan itu juga memasuki air tanah dan mengisi air sumur, sungai, serta danau.

b. Eksploitasi Hutan.
Pengambilan hasil hutan secara besar-besaran cepat atau lambat laun akan memusnahkan flora dan fauna tertentu di muka bumi. Beberapa flora memiliki pertumbuhan yang sangat lambat, sehingga untuk memperbaharuinya diperlukan waktu yang sangat lama. Ada juga flora yang hanya tumbuh pada waktu tertentu misalnya, Rafflesia arnoldi.

c. Perburuan Liar.
Badak diburu manusia karena diyakini culanya yang berkhasiat sebagai obat. Cendrawasih diburu karena bulunya yang indah. Dan beberapa fauna lagi diburu karena alasan tertentu. Inilah yang menyebabkan beberapa fauna berada diambang kepunahan.

d. Penggunaan Pestisida.
Pestisida dimaksudkan untuk membunuh hewan perusak tanaman. Secara tidak sengaja pestisida juga membunuh hewan yang menguntungkan. Beberapa burung mati akibat penggunaan pestisida. Pestisida berpengaruh terhadap pembentukan kalsium dalam tubuh burung. Akibatnya, burung menghasilkan telur yang kulitnya sangat tipis sehingga bayi burung tidak dapat bertahan hidup.

e. Penggunaan Pupuk Buatan.
Disatu sisi pupuk buatan berfungsi menyuburkan tanaman. Pupuk juga telah berperan besar terhadap kelangkaan beberapa jenis fauna. Pupuk yang disebarkan dilahan pertanian tidak semuanya diserap oleh tanaman. Beberapa diantaranya telah dihanyutkan air hingga sampai ke sungai dan danau. Pupuk ini menyuburkan tanaman air seperti eceng gondok hingga pertumbuhannya melampaui batas toleransi. Tanaman ini menyerap oksigen yang dibutuhkan oleh ikan. Eceng gondok yang telah membusuk menyebabkan air bersifat asam.

Gurun Pasir.

Umumnya gurun memperoleh curah hujan sangat rendah dengan amplitudo suhu harian yang sangat ekstrem. Kelembapan udara di gurun juga juga sangat rendah. Pada umumnya tumbuhan yang hidup di gurun memiliki daun kecil seperti duri atau bahkan tidak berdaun sama sekali. Daerah gurun tersebar mulai dari daerah tropis hingga subtropics. Umumnya daerah gurun berbatasan dengan padang rumput. Gurun dapat ditemukan di Amerika utara, Australia barat, Asia barat, Afrika utara, dan Afrika Selatan.