Thursday, September 5, 2013

Langkah-langkah penulisan karya ilmiah

Karya ilmiah terikat pada penggunaan bahasa ragam ilmiah dan teknis penulisan serta prosedur penulisan yang standar dan lazim. Secara umum ada lima langkah penulisan karya ilmiah, yaitu : pengembangan gagasan, perencanaan naskah, pengembangan paragraf, penulisan draf, dan finalisasi.
1.      Pengembangan gagasan
Gagasan sebuah karya ilmiah berangkat dari penentuan tema, topik, dan permasalahan yang menjadi gagasan utama sebuah karya ilmiah.pengertian tema secara khusus dalam tulis-menulis dapat dilihat dari dua sudut, yakni dari sudut karangan yang telah selesai dan dari sudut proses penyusunan karangan. Dari sudut pertama tema adalah amanat utama yang disampaikan penulis melalui tulisannya. Dari segi yang kedua, tema adalah perumusan topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui tulisan / karangan. Dalam pemilihan suatu topik, penulis harus memperhatikan tiga kriteria berikut ini :
a.       Penulis harus mampu menangani topik yang menjadi pilihannya.
b.      Penulis mempunyai keinginan yang cukup besar untuk mengerjakan.
c.       Penulis mempunyai sarana, prasarana, dan waktu yang cukup untuk mengembangkan topik pilihanya.
Setiap topik atau masalah yang dibahas dalam penelitian harus layak. Dalam hal ini, kelayakan suatu masalah penelitian berkaitan dengan banyak faktor. Faktor itu antara lain sebagai berikut :
a.       Kemanfaatan hasil, sejauh mana penelitian terhadap masalah tersebut akan memberikan sumbangan kepada khasanah teori ilmu pengetahuan atau kepada pemecahan masalah-masalah praktis.
b.      Kriteria pengetahuan yang dipermasalahkan, yaitu mempunyai khasanah keilmuan yang dapat dipakai untuk pengajuan hipotesis dan mempunyai kemungkinan mendapatkan sejumlah fakta empirik yang diperlukan guna pengujian hipotesis.
c.       Persyaratan dari segi peneliti, sejauh mana kemampuan peneliti untuk melakukan penelitian. Hal ini setidaknya menyangkut lima faktor, yaitu: biaya, waktu, alat dan bahan, bekal kemampuan teoritis peneliti, dan penguasaan peneliti terhadap metode penelitian yang akan digunakan.

Rumusan tema yang lebih luas dapat disusun dalam sebuah paragraf atau beberapa paragraf. Tema yang dirumuskan secara luas dalam bentuk paragraf atau beberapa paragraf biasa disebut sebagai ikhtisar, ringkasan, sari, atau abstrak.
Tema yang baik disusun dengan mengikuti kaidah kejelasan, kesatuan, perkembangan, keaslian, dan kecocokan dengan judul. Kejelasan tema dapat dilihat dari subordinasi atau perincian-perinciannya. Bila ada satu atau lebih perincian yang tidak memiliki hubungan yang jelas dengan tema dapat menjadi pertanda kaburnya sebuah tema. Perincian sebuah tema dapat berupa topik-topik, kalimat-kalimat utama, atau kalimat-kalimat penjelas.
Perkembangan merupakan perincian sebuah tema yang dilakukan secara logis dan sistematis. Ada hubungan yang erat antara perkembangan, kejelasan, dan kesatuan. Ketidakjelasan akan menimbulkan efek negatif pada kesatuan dan perkembangan, kesatuan yang kurang baik dapat menimbulkan ketidakjelasan tema, dan perkembangan tema yang kurang baik akan merusak tema dan mengaburkan topik dan tujuan.
Tema harus pula memenuhi syarat keaslian. Keaslian dapat diukur dari sudut pilihan pokok persoalan, pandangan, pendekatan, rangkaian kalimat, dan pilihan kata.

2.      Perencanaan penulisan naskah
a.       Perencanaan isi karya ilmiah
Prinsip utama yang harus diperhatikan dalam perencanaan isi karya ilmiah adalah pembuatan kerangka karangan. Kerangka pada dasarnya merupakan pokok-pokok karangan yang nantinya akan dijabarkan menjadi karangan yang sebenarnya.
b.      Perencanaan format
Perencanaan format dan teknis penulisan karya ilmiah direalisasikan dalam penentuan format dan teknik penulisan yang akan digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Format khusus karya ilmiah termasuk aturan teknis penulisan disebut sebagai gaya selingkung. Format umum merupakan realisasi dari konvensi format yang berlaku secara umumyang harus dilakukan oleh semua penulis karya ilmiah. Format umum karya ilmiah akan tampak pada sistematika karya ilmiah yang tampak pada komponen-komponen karya ilmiah dan pola penataannya. Teknik penulisan yang mencakup teknik perujukan, teknik penampilan teks, dan teknik pengetikan yang mencakup pengaturan spasi dan tata letak.
c.       Perencanaan bahasa
Perencanan bahasa penulisan karya ilmiah diwujudkan dalam pemilihan ragam bahasa ilmiah yang akan digunakan dalam naskah karya ilmiah.

3.      Pengembangan paragraf
Dalam karya ilmiah, isi paragraf tersusun dari gagasan dasar dan sejumlah gagasan pengembang. Tidak ada batasan pasti tentang jumlah gagasan pengembang atau pendukung dalam paragraf. Secara kualitatif dapat dinyatakan bahwa gagasan pengembang dan pendukung itu memadai jika telah terwujud kejelasan informasi yang dituangkan dalam paragraf. Pengembangan sebuah paragraf harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
a.       Pilihan kata dalam setiap kalimat dalam paragraf.
b.      Kalimat-kalimat dalam paragraf harus saling mendukung (tidak ada kalimat sumbang, yakni yang tidak mendukung ide pokok dalam paragraf).
c.       Setiap paragraf mengandung satu ide pokok yang dikembangkan dengan beberapa ide penjelas.
d.      Bahasa yang digunakan mengikuti kaidah yang berlaku.
e.       Ejaan dan tanda baca harus diperhatikan.
f.       Ada keterpaduan antara paragraf satu dengan paragraf berikutnya.

4.      Penulisan Draf
Penulisan draf merupakan aktivitas yang dimulai dengan menata butir-butir gagasan secara hierarkhis dan sistematis. Dengan penataan itu, dapat ditempatkan hubungan antarkomponen yang setara dan bertingkat dalam sebuah paparan. Keteraturan yang berlaku dalam paparan ilmiah tampak pada pola penalaran yang diterapkan, keakuratan komponen dalam penalaran, kelengkapan komponen gagasan, dan kepaduan hubungan antarkomponen gagasan.
Sebagaimana disarankan oleh Brown (1978:144), penulisan draf awal sebuah tulisan dilakukan dengan langkah-langkah berikut :
a.       Membaca semua kartu catatan
b.      Mempertimbangkan semua materi yang sudah dipersiapkan
c.       Mempersiapkan kerangka tulisan
d.      Mengelompokkan bahan-bahan dan catatan-catatan bahasa tulisan berdasarkan topik dan penempatan kelompok-kelompok bahasa tulisan itu dalam tulisan, dan menuliskan draf kasar tulisan

5.      Finalisasi
Proses yang dilakukan pada tahap finalisasi adalah revisi naskah. Sebelum revisi dilakukan penulis melakukan pemeriksaan ulang terhadap draf karya ilmiah dari segi isi, bahasa, ejaan, tanda baca, dan teknik penulisan. Dalam merevisi draf, masukan dari teman sejawat sangat diperlukan. Sebuah draf karya ilmiah hendaknya dibaca oleh teman yang profesional untuk memberikan masukan. Finalisasi yang sangat lazim dilakukan adlah penyuntingan naskah. Penyuntingan dilakukan untuk memperkecil kesalahan dan kelemahan pada draf.
Hal-hal yang dilakukan pada tahap revisi dan penyuntingan antara lain :
a.       Memperbaiki ide-ide dalam karangan, berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca.
b.      Membaca ulang seluruh draf dengan memperhatikan reaksi, komentar atau masukan.
c.       Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan mekanik yang lain. Aspek mekanik antara lain : huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosa kata, format karangan.
d.      Menghindari penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih.
Di samping itu penyajian juga merupakan tahapan penyuntingan. Teknik penyajian karya ilmiah harus memperhatikan:
-          Segi kerapian dan kebersihan.
-          Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman muka (cover), halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka dan lain-lain.
-          Standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan kutipan, catatan kaki (foot note), daftar pustaka & penggunaan Bahasa Indonesia sesuai EYD.


PENUTUP
A.    SIMPULAN
Secara umum ada lima langkah penulisan karya ilmiah, yaitu : pengembangan gagasan, perencanaan naskah, pengembangan paragraf, penulisan draf, dan finalisasi.
Gagasan sebuah karya ilmiah berangkat dari penentuan tema, topik, dan permasalahan yang menjadi gagasan utama sebuah karya ilmiah. Dalam pemilihan masalah / topik mempertimbangkan beberapa hal : harus topik yang paling menarik perhatian, terpusat pada segi lingkup yang sempit dan terbatas, memiliki data dan fakta yang obyektif, harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun serba sedikit, dan harus memiliki sumber acuan / bahan kepustakaan yang dijadikan referensi.
Perencanaan naskah dalam karya ilmiah dapat dilakukan dari segi perencanaan isi, perencanaan format, teknik penulisan dan segi perencanaan bahasa. Perencanaan bahasa tidak mencakup ejaan dan tanda baca karena segi ini sudah diformalkan dan menjadi ketentuan umum yang tidak memungkinkan adanya kreativitas.
Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai terdiri dari tahap prapenulisan, tahap penulisan draft, tahap Revisi dan penyuntingan (finalisasi)

B.     SARAN
Dalam penulisan karya ilmiah harus memperhatikan tahap persiapan serta langkah-langkah dalam penyusunannya. Susunan dari karya ilmiah haruslah menyajikan permasalahan yang menarik, penulisan dan pengembangan paragraf yang sistematis dengan prosedur yang konsisten, serta memperhatikan penulisan draf dan tahap akhir dari penulisan berupa revisi dan penyuntingan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan memperbanyak membaca referensi tentang kaidah penulisan karya ilmiah yang baik dan benar. Dengan adanya penjabaran tentang langkah-langkah penulisan karya ilmiah ini, diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah dengan baik.

Daftar Pustaka
Mukh Doyin dan Wagiran, Bahasa Indonesia Pengantar Penulisan Karya Ilmiah, Pusat Pengembangan MKU dan MKDK LP3 Universitas Negeri Semarang, 2011

No comments:

Post a Comment