Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts

Thursday, August 1, 2019

Saldo Ovo Raib, Pesanan Grab Food Tidak Sampai ?

Halo readers, balik lagi di blog ini. Sudah lumayan lama ya aku tidak update lagi. Untuk postingan kali ini aku hanya ingin share aja pengalaman atau kejadian tidak menyenangkan saat menggunakan jasa Grab-Food. Aku mulai ya ceritanya.. hehe

Malam itu tanggal 11 Juli 2019, mungkin akan jadi salah satu malam yang menyebalkan bagi aku. Menyebalkan karena dapat pengalaman buruk saat order grabfood. Ya apes nya dan tidak beruntungnya diriku yang mendapatkan driver yang tidak jujur. Malam itu aku memesan dua menu makanan Korea (tteokbokki dan yukkaejang) di salah satu resto Korea di jogja tepatnya di silla korean & japannese restaurant. Aku melakukan pemesanan sekitar jam 9 malam waktu setempat melalui grabfood. Awalnya aku sama sekali tidak curiga saat aku order dan mendapatkan driver. Karena seperti biasa, pada umumnya saat order grabfood sering driver akan menanyakan kembali atau konfirmasi pesanan dan minta kita untuk menunggu. Mulanya berjalan biasa saja dan normal dari saat order hingga driver sampai ke restaurant, dan lalu memesan makanan. Hm.. aku sama sekali tidak cusriga. Btw, Aku masih ingat saldo ovo aku sebelum order itu ada sekitar 74 ribuan. Karena aku ordernya pakai promo jadi harga yang tertera di aplikasi yang harus di bayar adalah 56 ribu dengan menggunakan ovo.

Sambil menunggu pesanan makananku datang, aku browsing-browsing dan berselancar ria di internet tanpa merasakan kecurigaan apapun. Perasaanku sudah mulai tidak enak saat aku menerima notifikasi bahwa si driver sudah mau sampai ke tempatku. Aku heran kenapa cepat sekali ordernya. Biasanya jika aku nge-grabfood, kira-kira akan makan waktu sekitar setengah jam atau kadang lebih baru sampai ke tempatku. Aku tau kalau yang aku beli itu makanan Korea so pasti masaknya juga tidak cepat. Karena sebelumnya aku sudah pernah nge-grabfood makanan korea dan waktu tunggunya lumayan lama tidak secepat itu. Untuk orderan kali ini tidak ada setengah jam, driver malah mau sampai ke tempatku.

Tuesday, August 22, 2017

Pengalaman Interview di Toko Emas Semar Nusantara

Hai.. selamat siang reader's, hari ini aku iseng-iseng ngepost, karena sudah lama sekali nggak update blog ini. Blognya mungkin sudah njamuran. Hehehe... Oh ya, kali ini aku mau menceritakan sedikit pengalamanku melamar kerja di salah satu toko emas, yaitu toko emas Semar nusantara. Kalian pasti sudah pada tau kan Toko Emas Semar Nusantara? Itu loh toko perhiasan emas dan berlian yang terkenal, dan sudah punya cabang di mana-mana dan untuk kantor pusatnya berada di Klaten. Oke langsung saja ya, pada awalnya ngelamar disana karena emang lagi nyari kerjaan baru yangg cocok di hati, karena sebenarnya aku sudah resign dari kerjaanku yang lama di Semarang. Selain itu aku juga penasaran karena sering banget denger iklan lokernya wira Wiri hampir tiap hari di salah satu stasiun radio kesukaan emak m*rapi indah. Lokernya dibuka dari lulusan SMP, SMA, SMK, D3, S1, wanita/pria single umur max 30 tahun *kalau gak salah dengar*. Aku coba aja daftar masukin lamaran sambil menunggu panggilan job interview yang lain.

Tuesday, April 17, 2012

Hakikat Apresiasi Sastra dan Sastra Anak-anak

Apresiasi berasal dari bahasa latin,apreciatoyang berarti “mengindahkan”atau menghargai.Berarti apresiasi sastra adalah penghargaan terhadap karya sastra.Munculnya penghargaanyang positif terhadap karya sastra merupakan manifestasi dari adanya pengetahuan tentang sastra,sejumlah pengamalan emosional,dan penajaman kognitif di bidang sastra ,serta pengalaman ketrampilan bersastra,baik secara reseptif maupun secara produktif.Hal tersebut sejalan dengan pendapat Disick yang menyatakan bahwa “aspek apresiasi yang berkaitan dengan sikap penghargaan atau nilai berada pada domain efektif merupakan tingkatan terakhir yang dapat dicapai ,pencapaiannya memerlukan waktu yang sangat panjang serta prosesnya berlangsung terus setelah pendidikan formal berakhir”(dalam Wardani,1981:1) Menurut S.Effendi(1980:24),apresiasi sastra adalah suatu kegiatan menggauli sastra dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian,penghargaan,kepekaan pikiran kritis,dan kepekaan yang baik terhadap cipta rasa.Pendapat S.Effendi tersebut sejalan dengan pendapat Squire dan Taba(dalam Aminuddin,1987:34)yang menyatakan bahwa “apresiasi sastra mengandung tiga unsur,yaitu aspek kognitif,aspek emotif,dan aspek evaluatif”.Aspek kognitif sejalan pengertian,aspek emotif sejalandengan kepekaan perasaan,dan aspek evaluatif berkaitan dengan kepekaan pikiran perasaan dan penghargaanyang positif. Lalu apakah yang dimaksud pengertian,penghargaan,kepekaan pikiran kritis,dan kepekaan perasaan?Pertama,pengertian berkaitan dengan pehaman tentang teori-teori dasar sastra ,seperti pengertian puisi dan unsur-unsur instrinsik prosa.Kedua,penghargaan berkaitan dengan sikap pandangan positif terhadap sastra bahwa sastra memiliki nilai-nilai positif yang bermanfaat bagi penjernihan batin,peningkatan harkat kehidupan individual-sosial.Ketiga,kepekaan pikiran kritis berkaitan dengan kemampuan memahami dan mengungkapkan sintetis tentang makna atau nilai-nilai yang dikandung suatu karya sastra setelah mengadakan analisis yang teliti,seksama dan menyeluruh.Adapun kepekaan perasaan berkaitan dengan kemampuan menikmati dan menampilkan nilai-nilai keindahan yang terkandung dalam karya sastra,misalnya rasa senang tidak senang,berkenaan dengan cerita dan tokoh,perasaan takut dan kecewa,dan kagum berkenaan dengan gambaran peristiwa dalam cerita yang tergambar dalam ekspresi wajah. Berdasarkan pengertian –pengertian yang disampaikan diatas,dapat disimpulan bahwa apresiasi sastra adalah serangkaian kegiatan bermain dengan sastra sehingga tumbuh pemahaman ,penghargaan,kepekaan pikiran kritis,kepekaan perasaan yang baik bagi anak,terhadap karya sastra anak-anak.Sedangkan sastra anak-anak merupakan karya yang dari segi bahasa memiliki nilai estetis dan dari segi isi menganung nilai-nilai yang dapat memperkaya pengalaman ruhani bagi kalangan anak-anak.Secara konseptual,sastra anak-anak tidak jauh berbeda dengan sastra orang dewasa.Keduanya sama berada pada wilayah sastra yang meliputi kehidupan dengan segala perasaan,pikiran dan wawasan kehidupan.Yang membedakannya hanyalah dalam hal fokus pemberian gambaran kehidupan yang bermakna bagi anak yang diurai dalam karya tersebut.Sastra(dalam sastra anak-anak)adalah bentuk kreasi imajnatifdengan paparan bahasa tertentu yang menggambarkan dunia rekaan,menghadirkan pemahaman dan pengalaman tertentu dan mengandung nilai estetika tertentu yang bisa dibuat oleh orang dewasa ataupun anak-anak. Menurut Sochan dkk(1994:225)membagi pengertian sastra anak menajadi dua bagian,yaitu: Pertama,sastra anak-anak adalah sastra yang ditulis oleh pengarang yang usianya remaja atau dewasa yang isi dan bahasanya mencerminkan corak kehidupan dan kepribadian anak. Kedua,sastra anak-anak adalah sastra yang ditulis oleh pengarang yang usianya masih tergolong anak-anak yang isi dan bahasanya mencerminkan corak kehidupan dan kepribadian anak. Apakah sastra anak sastra yang ditulis oleh orang dewasa yang ditujukan untuk anak-anak atau sastra yang ditulis anak-anak untuk kalangan mereka sendiri tidaklah perlu ipersoalkan.Huck(1987)mengemukakan bahwa siapapun yang menulis sastra anak-anak tidak perlu dimasalahkan asalkan dalam penggambarannya ditekankan dalam kehidupan anak yang memiliki nilai kebermaknaan bagi mereka. Dalam kenyataannya,pengertian sastra anak tidak itu saja.Berikut ini adalah pengertian sastra anak-anak dari berbagai pandangan: Endraswara(2005:2007)mengungkapkan bahwa sastra anak merupakan “wajah sastra “yang fokus utamanya demi perkembangan anak.Didalamnya mencerminkan liku-liku kehidupan yang dapat dipahami oleh anak,melukiskan perasaan anak,dan menggambarkan pemikiran-pemikiran anak.Sastra anak hendaknya memiliki nilai-nilai tertentu yang dapat berpengaruh demi perkembangan kejiwaan anak.Sejalan dengan pendapat Edraswara,Norton(1993) mengungkapkan bahwa sastra anak-anak adalah sastra yang mencerminkan perasaan dan pengalaman anak-anak melalui pandangan mereka. Berbeda dengan pengertian sastra anak yang diungkapkan oleh Norton, Hunt( dalam Witakania:2008)medefinisikan sastra anak-anaksebagai buku bacaan yang dibaca oleh,yang secara khusus cocok untuk dan yang secara khusus pula memuaskan sekelompok anggota yang kini disebut anak.Jadi,sastra anak adalah buku bacaan yang sengaja ditulis untuk dibaca anak-anak.Isi buku tersebut harus sesuai dengan minat dan dunia anak-anak ,sesuai dengan tingkat perkembangan emosional dan intelektual anak,sehingga dapat memuaskan mereka. Pramuki(2000) mengungkapkan bahwa sastra anak-anak adalah karya sastra(prosa,puisi,dan drama) yang isinya mengenai anak-anak.Sesuai kehidupan, kesenangan,sifat-sifat dan perkembangan anak-anak.Seain itu Wahidin(2009),menyatakan sastra anak sebagai karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak,yaitu anak yang berusia 6-13 tahun. Dari pendapat-pendapat tentang pengertian sastra anak-anak diatas,dapat dikatakan bahwa sastra anak-anak adalah suatu karya sastra yang bahasa dan isinya sesuai perkembangan usia dan kehidupan anak ,baik ditulis oleh pengarang yang sudah dewasa,remaja,atau oleh anak-anak itu sendiri.Karya sastra yang dimaksud bukan hanya yang berbentuk puisi dan prosa,melainkan juga dalam bentuk drama. Tingkatan Apresiasi Sastra Adapun tingkatan apresiasi sastra ,Wardani(1981)membagi tingkatan apresiasi sastra menjadi empat tingkatan,yaitu: 1. Tingkat menggemari,yang ditandai oleh adanya rasa tertarik terhadap buku-buku sastra serta keinginan membacanya dengan sungguh-sungguh,anak melakukan kegiatan kliping sastra secara rapi,atau membuat koleksi pustaka mini tentang karya sastra dari berbagai bentuk. 2. Tingkat menikmati,yaitu mulai dapat menikmati cipta sastra karena mulai tumbuh pengertian,anak dapat merasakan nilai etetis saat membaca puisi anak-anak atau menonton dram anak-anak. 3. Tingkat mereaksi,yaitu mulai ada keinginan untuk menyatakan pendapat tentang cipta sastra yang dinikmati,misalnya menulis sebuah resensi dan berdebat dalam suatu diskusi sastra secara sederhana. 4. Tingkat produktif,yaitu mulai ikut menghasilkan cipta sastra diberbagai media masa,seperti Koran,majalah,atau majalah dinding sekolah yang tersedia baik dalam bentuk puisi,prosa,dan drama. Berbeda dengan P.Suparman(Tarigan,2000)membagi tingkatan apresiasi sastra menjadi lima tingkatan ,yaitu: a. Tingkat penikmatan,misalnya menikmati menonton drama,membaca cerita,atau membaca puisi b. Tingkat penghargaan,misalnya memetik pesan positif dalam cerita mengagumi suatu karya sastra meresapkan nilai-nilai humanistik dalam jiwa,menghayati amanat yang terkandung dalam puisi yang dibacanya. c. Tingkat pemahaman,misalnya mengungkapkan pesan-pesan yang terkandung dalam karya satra setelah menganalisis unsur instrinsik-ekstrinsiknya,baik karya puisi,prosa maupun drama anak-anak d. Tahapan penghayatan,misalnya mengubah bentuk karya sastra tertentu kedalam bentuk lainnya(paraphrase). e. Tingkat implikasi ,misalnya mengamalkan isi sastra,mendayagunakan hasil apresiasi sastra untuk kepentingan peningkatan harkat kehidupan. Jenis Sastra Anak- anak Sastra anak-anak dibagi kedalam bebrapa jenis,yaitu: fiksi, nonfiksi, puisi, sastra tradisional, dan komik. Menurut Framuki(2007), sastra anak-anak yang bersifat imajinaif dapat dibagi atas tiga macam, yaitu: puisi, prosa, dan drama. Berdasarkan pendapat tersebut, sastra anak-anak dibagi menjadi tiga, yaitu: a.Puisi Sudjiman(dalam Nadeak:1985:7)menyatakan bahwa puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama,matra,rima,serta penyusunan larik dan bait.Sejalan dengan pendapat Sudjiman,Ralp Waldo Emmerson mengatakan puisi adalah mengajarkan sebanyak-banyaknya dengan kata yang sedikit-dikitnya .Sedangkan Mattew Arnold mengatakan bahwa puisi adalah satu-satunya cara yang paling indah, impresif,dan paling efektif mendendangkan sesuatu(dalam Situmorang :1981:9).Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa puisi adalah karya sastra yang berbentuk untaian bait demi bait yang relative memperhatikan irama dan rima sehingga sungguh indah dan efektif didendangkan dalam waktu yang relatif singkat dibanding dengan karya sastra lainnya. Waluyo(1987)mengolompokkan puisi berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi yang hendak disampaikan ,yaitu: 1.Puisi Naratif Puisi naratif adalah puisi yang isinya berupa cerita.Penyair menyampaikan gagasannya dalam bentuk puisi dengan cara naratif yang di dalamnya terdapat pelaku yang berkisah. Misalnya penggalan puisi di bawah ini: DESAKU Nurfikri Hagu Sebuah nama selalu merdu Ditelingaku Setiap waktu Alammu Nyiurmu Pantaimu Memanggil daku selalu Untuk tidak jauh dari sisimu . . . .. .. . . . . . . .(dikutip dalam pedoman rakyat,2002 oleh Nurfikri) 2.Puisi lirik Puisi lirik adalah puisi yang mengungkapkan gagasan pribadinya dengan cara tidak bercerita. Puisi lirik dapat berupa pengungkapan pujaan terhadap seseorang. Misalnya penggalan puisi dibawah ini: R.A KARTINI Engkau pendekar bangsa Pahlawan wanita Indonesia Engkau korbankan jiwa dan raga Engkau lahir di istana Tiada kurang satu apapun Tapi kau tak terlena Melihat kaummu menderita . . . . . . . . . .(Herni Maya Sari,Kelas V SD 042 Balikpapan) 3.Puisi deskriptif Puisi deskriptif adalah puisi dimana penyair mengungapkan gagasannya dengan cara melukiskan sesuatu untuk mengungkapkan pesan,peristiwa,pengalaman menarik yang pernah dialaminya.Misalnya penggalan puisi yang menggambarkan keindahan alam berikut: ALAM YANG INDAH Lenny Ch.M Sungguh indah alam Ciptaan Tuhan Hewan,Burung,Ikan Tumbuh-tumbuhan Bintang dan Bulan Segenap Tata Surya Memuji Tuhan . . . . . . . . . . . . b.Prosa Surana(1984:105),mengungkapkan bahwa prosa adalah bentuk karangan sastra dengan bahasa biasa,bukan puisi,terdiri atas kalimat-kalimat yang jelas pula runtutan pemikirannya,biasanya ditulis satu kalimat setelah kalimat yang laindalam kelompok-kelompok yang merupakan alinea-alinea. Pengertian prosa yang diungkapkan Surana diatas,saling melengkapi dengan pengertian prosa fiksi atau narasi,yang digambarkan oleh Aminuddin(2004:66),yaitu bahwa prosa fiksi adalah kisahan atau cerita yang diemban oleh pelaku-pelaku tertentu dalam pemeranan,latar serta tahapan dan rangakaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu cerita. Berdasarkan kedua pengertian diatas,dapat dikatakan bahwa prosa fiksi anak-anak adalah karya sastra yang tidak dibuat atas rangkaian bait demi bait,tetapi dibuat ats rangkaian paragraf demi paragraf dengan merangkaikan unsur-unsur seperti tempat,waktu,suasana,kejadian,alur,peristiwa,pelaku berdasarkan tema cerita tertentu yang diperoleh secara imajinatif. Cullinan(1989)menyebutkan beberapa jenis prosa fiksi,antara lain: 1. Prosa fiksi sains Prosa fiksi sains adalah cerita fiksi yang disusun dengan menekankan pada isi yang disampaikan.Isi yang disampaikan berupa pengetahuan atau bersifat factual.Namun demikian,isi yang faktual tersebut disusun dalam bentuk cerita fiksi dengan cara menentukan pelaku,latar dan alur. 2. Prosa fiksi realistik Prosa fiksi realistik adalah cerita yang disusun dengan tujuan menyampaikan sesuatu yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang logis,baik berkaitan dengan etika,moral,religius,dan nilai-nilai lainnya.Nilai-nilai tersebut diungkapkan dalam prosedur bercerita dengan menentukan tema,latar,alur,penokohan,sudut pandang,dan amanat yang ingin disampaikan. 3. Prosa fiksi imajinatif Prosa fiksi imajinatif adalah cerita yang didalamnya menyajikan rangkaian peristiwa yang pelaku-palakunya hanya ada di dunia dalam dunia imajinasi pengarang ,tidak ada dalam dunia sehari-hari. c.Drama Menurut Surana(1984),drama adalah karangan prosa atau puisi yang berbentuk dialog dan keterangan laku untuk ditunjukkan diatas pentas .Sejalan dengan pengertian drama yang di ungkapkan Surana,Hermawan(1988:2),mengungkapkan pengertian drama yaitu bahwa drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action dihadapan penonton. Jadi drama merupakan karya sastra yang dipakai sebagai medium pengungkapan gagasan atau perasaan melalui serangkaian dialog antarpelaku dan adegan,yang tujuan utamanya bukan untuk dibacakan secara estetis melainkan untuk dipertunjukkan. Tema Sastra Anak- anak yang Baik Perkembangan anak akan berjalan wajar dan sesuai dengan periodenya bila disuguhi bahan bacaan yang sesuai pula.Sastra yang akan disuguhkan pada anak harus mengandung tema yang mendidik,alurnya lurus dan tida berbelit-belit,menggunakan setting yang ada di sekitar mereka atau atau ada didunia mereka,tokoh dan penokohan mengandung peneladanan yang baik gaya bahasanya mudah dipahami,tapi mampu mengembangkan bahasa anak,sudut pandang orang yang tepat,dan imajinasi masih dalam jangkauan anak.(Puryanto:2008:2) Sesuai dengan sasaran pembacanya,sastra anak dituntut untuk dikemas dalam bentuk yang berbeda dari sastra orang dewasa hingga dapat diterima anak dan dipahami mereka dengan baik.Sastra anak merupakan pembayangan atau pelukisan kehidupan anak yang imajinatif kedalam bentuk struktur bahasa anak.Sastra tentang anak bisa saja isinya tidak sesuai anak-anak ,tetapi sastra untuk anak sudah tentu sengaja dan disesuaikan untuk anak selaku pembacanya . (Puryanto:2008:2) Sarumpet( dalam Puryanto,2008:3)mengataka persoalan-persoalan yang menyangkut masalah cinta yang erotis,kebencian,kekerasan dan prasangka,serta masalah hidup mati,tidak didapati sebagai tema dalam bacaan anak .Begitu pula bacaan yang mengenai perceraian penggunaan obat terlarang ataupun perkosaan merupakan hal yang dihindari dalam bacaan anak. Dunia anak-anak yang berkisar antara masa kanak-kanak yang tumbuh menuju masa remaja ,diantara keluarga dan teman sebaya yang penuh dengan pengalaman pribadi membawa warna baru dalam dunia sastra anak-anak,khususnya pada cerita realistik.Cerita realistik sebagai salah satu jenis sastra anak-anak merupakan cerita yang sarat dengan isi yang mengarahkan pada prosespemahaman dan pengenalan diatas.Isi yang dimaksud tergambar dalam inti pokok tema-tema cerita yang diungkap.Tema-tema tersebut dapat dibagi dalam beberapa jenis,misalnya tema keluarga,hidup bersama orang lain,berteman dan penerimaan oleh teman bermain),tumbuh dewasa,mengatasi masalah-masalah manusiawi,dan hidup dalam masyarakat majemukyang memuat perbedaan individu dan kelompok.Masalah keluarga merupakan tema yang sangat dekat dengan kehidupan anak.Dalam keluarga,pribadi anak dilatih,mereka tumbuh seiring dengan pemahamannya akan cinta dan benci,takut dan berani,serta suka dan sedih. Sifat Sastra Anak- anak Sifat sastra anak-anak adalah imajinasi semata,bukan berdasarkan pada fakta.Unsur imajinasi ini sangat menonjol dalam sastra anak.Hakikat sastra anak harus sesuai dengan dunia dan alam kehidupan anak-anak yang khas milik mereka dan bukan milik orang dewasa.Sastra anak bertumpu dan bermula pada penyajian nilai dan imbauan tertentu yang dianggap sebagai pedoman tingkah laku dalam kehidupan(Wahidin,2009) Menurut Davis(Endaswara ,2005:212)ada empat sifat sastra anak-anak,yaitu: a.Tradisional,yaitutumbuh dari lapisan rakyat sejak zaman dahulu dalam bentuk mitologi,fable,dongeng,legenda ,dan kisah kepahlawanan yang romantis b.Idealistis,yaitu sastra yang memuat nilai-nilai universal,dalam arti didasarkan hal-hal terbaik penulis zaman dahulu dan kini c.Populer,yaitu sastra yang berisi hiburan,yang dapat menyenangkan anak-anak d.Teoritis,yaituyang dikonsumsikan kepada anak-anak dengan bimbingan orang dewasa serta penulisannya dekerjakan oleh orang dewasa pula Manfaat Sastra Anak- anak Sebagai sebuah karya sastra sastra anak-anak menyajikan sesuatu bagi pembacanya yaitu nilai yang terkandung di dalamnya yang dikemas secara instrinsik maupun ekstrinsik .leh karena itu kedudukan sastra anak menjadi penting bagi perkembangan anak.Sebuah karya dengan penggunaan bahasa yang efektif akan membuahkan pengalaman yang estetik bagi anak.Penggunaan bahasa yang imajinatif dapat menghasilkan response-responsi intelektual dan emosional dimana anak akan merasakan dan menhayati peran tokoh dan konflik yang akan ditimbulkannya,juga membantu mereka menghayati keindahan ,keajaiban,kelucuan,kesedihan dan ketidakadilan.Anak-anak akan merasakan bagaimana memikul penderitaan dan mengambil resiko,juga akan ditantang untuk memimpikan berbaga mimpi serta merenungkan dan mengemukakan berbagai masalah mengenai dirinya sendiri,orang lain dan dunia sekitarnya.(Huck,1987) Pengalaman bersastra diatas akan diperoleh anak dari manfaat yang dikandung sebuah karya sastra lewat unsur intrinsik didalamnya,yakni: a.memberi kesenangan ,kegembiraan,dan kenikmatan bagi anak-anak b.mengembangkan imajinasi anak dan membantu mereka mempertimbangkan dan memikirkan alam,kehidupan,pengalaman atau gagasan dengan berbagai cara c.memberikan pengalaman baru yang seolah dirasakan dan dialaminya sendiri d.mengembangkan wawasan kehidupan anak menjadi perilaku kemanusiaan e.menyajikan dan memperkenalkan anak terhadap pengalaman universal f.meneruskan warisan sastra Selain unsur intrinsik diatas,sastra anak juga bernilai ekstrinsik yang bermafaat untuk perkembangan anak,terutama dalam hal perkembangan bahasa,perkembangan kognitif,perkembangan kepribadian,dan perkembangn sosial.Sastra yang diwujudkan untuk anak-anak,selain ditujukan untuk mengembangkan imajinasi,fantasi dan daya kognisi,yang akan mengarahkan anak pada pemunculan daya kreatifitas,juga bertujuan mengarahkan anak pada pemahaman yang baik tentang alam dan lingkungan serta pengenalan pada perasaan dan pikiran tentang diri sendiri dan orang lain.

Thursday, March 15, 2012

FAKTA, KONSEP, GENERALISASI, DAN TEORI DALAM IPS

Fakta merupakan dasar untuk pengajaran kognitif dalam IPS. Ada dua hal yang mempunyai hubungan erat dan harus dikembangkan dari fakta dasar IPS yakni konsep dan generalisasi. Konsep dikembangkan dari fakta yang dipelajari, sedangkan generalisasi dikembangkan dari hubungan antar konsep dalam suatu pola yang mempunyai arti. Struktur ilmu sosial tersusun dalam tiga tingkatan, dari yang paling sempit ke yang paling luas, yaitu : 1) fakta, 2) konsep, dan 3) generalisasi. Ketiga hal itu yang membangun materi ilmu-ilmu sosial. Fakta : adalah kenyataan yang ada disekitar kita yang tidak terbatas jumlahnya. Fakta : adalah ramuan dari pemikiran atau bahan dasar pembentuk konsep. Fakta : pesan indrawi Contoh kategori dari fakta : obyek , peristiwa, proses, dan sebagainya. Ciri khas fakta adalah “buntu” tidak lebih dari pada apa yang tampak. Cara terbaik memotivasi peserta didik untuk dapat membaca fakta dan menemukan konsep serta menggeneralisasikan yang dibahas secara terpadu. Konsep = suatu kesatuan atribut yang berkaitan dengan simbol tentang objek , peristiwa, dan proses. Konsep dapat dipahami bila dibahas tentang atribut, kelas (golongan), dan simbol. Atribut : ciri yang membedakan peristiwa atau proses dari obyek lainnya. Atribut dapat didasarkan atas fakta berupa informasi konkret yang dapat di buktikan melalui laporan seseorang atau hasil pengamatan langsung. Laporan verbal, gambar-gambar, chart yang berisi data, dapat digunakan untuk mengkomunikasikan atribut. Kelas : pengelompokan kategori dari benda, kejadian atau pikiran. Setiap kelas memasukkan atribut yang sama dan memgeluarkan atribut yang berbeda atau tidak berhubungan . kelas didasarkan pada atribut yang telah ditentukan. Contoh : semua orang dapat kita masukkan ke kelas tertentu: pria.... wanita, guru....murid, kaya....miskin, dan lain lain. Simbol. Setiap kelas dapat dinyatakan dengan simbol. Simbol dapat dinyatakan dengan kata, tanda, gerakan badan, angka sebagai alat untuk mengkomunikasikan dengan kelas lain. Konsep juga dapat dilihat dari pengertian connotative dan dennotative. Menurut Womack (1970) selain memehami konsep yang dibangun berdasarkan pengenalan kita terhadap kelas dan simbol juga penting memahami tingkat arti dari sebuah konsep. Ia berpendapat bahwa sebuah konsep study sosial merupakan kata yang berkaitan dengan satu gambaran tertentu yang menonjol dan bersifat tetap. GENERALISASI DAN TEORI Generalisasi adalah hubungan beberapa konsep atau rangkaian hubungan antar konsep konsep. Karena itu generalisasi dapat berbentuk proposisi, hipotesis, inferen, kesimpulan, dan pemahaman. Ciri ciri generalisasi: a. Menunjukan hubungan dua konsep atau lebih. b. Bersifat umum dan merupakan abstraksi yang menunjukan bagian keseluruhan kelas. c. Tingkat abstraksi yang lebih tinggi dari sekedar konsep. d. Berdasarkan pada konsep dan dikembangkan atas dasr penalaran dan bukan hanyaberdasrkan pengamatan semata. e. Berisi pernyatan pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya dan validasi, artinya diuji berdasarkan bukti bukti yang pasti dengan menggunakan sistem penalaran. f. Bukan sekedar pernyatan yang ditegaskan akan tetapi satu kesatuan pengertian Fungsi generalisasi: a. Sebagai tujuan umum study sosial. b. Membantu dalam pemilihan bahan pengajaran c. Mengorganisasikan kegiatan belajar mengajar d. Membantu dalam membangun bahan bahan pengajaran dalam kurikulum study Perbedaan konsep dan generalisasi: a. Generalisasi adalah dasar yang dituangkan dalam kalimat yang komplek. Konsep adalah suatu kesatuan atribut. b. Generalisasi memiliki tesis yang menunjukan sesuatu tentang subjek kalimat. Konsep tidak memiliki tesis. c. Generalisasi bersifat obyektif, sedangkan konsep bersifat subyektif. d. Generalisasi mempunyai aplikasi yang universal, konsep hanya terbatas pada orang orang tertentu. a.Fakta Dalam kehidupan sehari hari, kita sering mendengar dan menemukan suatu kejadian misalnya : angin berhembus,laut berombak, air menguap, awan dilangit, dll. Hal tersebutlah yang disebut fakta. Fakta adalah informasi yang ada atau terjadi dalam kehidupan dan kumpulan oleh para ahli ilmu sosial yang terjamin kebenarannya. Fakta penting untuk susunan ilmu karena fakta tersebut membentuk fakta dan generalisasi. Menurut Savage dan Amstrong konsep tidaklah dipelajari dalam kekosongan melainkan dicapai dalam suatu proses yang melibatkan fakta fakta yang khusus. Dari beberapa fakta yang khusus yang saling berkaitan maka terbentuk suatu konsep. Hubungan yang erat antara fakta dan konsep dapat dilihat dari ilustrasi berikut: 1. Bangsa Indonesia berperang melawan penjajah. 2. Bansga Indonesia dan dunia berperang melawan terorisme. 3. Bangsa dan negara Indonesia ingin menentukan nasibnya sendiri. Fakta fakta tersebut tampak saling berhubungan dan membentuk suatu gagasan atau konsep “kemerdekaan”. Suatu bangsa yang merdeka berani berkorban untuk memperjuangkan atau mempertahankan kemerdekaannya, bebas menentukan nasibnya sendiri, kedudukannya sederajat dengan bangsa lain. b. Konsep Konsep secara sederhana adalah penamaan atau pemberian label untuk sesuatu yang membantu seseorang mengenal, mengerti, dan memahami sesuatu tersebut. Konsep adalah kesepakatan bersama untuk penamaan sesuatu dan merupakan alat intelektual yang membantu kegiatan berpikir dan memecahkan masalah. Konsep menurut Moore adalah sesuatu yang tersimpan dalam pikiran suatu ide atau suatu gagasan. Sedangkan Parker menyatakan bahwa konsep atau gagasan-gagasan sesuatu, konsep adalah suatu gagasan yang ada melalui contoh-contoh nya. Konsep dinyatakan dalam sejumlah bentuk konkret atau abstrak, luas atau sempit, dan suatu kata atau frasa. Konsep itu penting karena membantu seseorang untuk mengorganisasikan informasi atau data yang mereka hadapi. Konsep merupakan sejumlah fakta yang memiliki keterkaitan dengan makna dan definisi yang ditentukan. Karakteristik atau ciri-ciri konsep disebut atribut. Konsep itu memiliki tingkatan-tingkatan yang membedakan tingkatan suatu konsep dengan konsep yang lainnya adalah derajat abstraksi yang dimilikinya. Hal yang membedakan tingkat abstraksi suatu konsep dengan konsep lainnya adalah karakteristik utama konsep yang disebut atribut. Jumlah atribut yang diperlukan untuk membedakan konsep yang lebih abstrak lebih sedikit jumlah nya. Suatu atribut yang sama apabila mempunyai nilai-nilai yang berbeda menyebabakan kita dapat membedakan adanya konsep yang berlainan. b.1. Jenis-jenis konsep De Cecco membagi konsep menjadi 3 jenis : 1. Konsep konjungtif Apabila nilai-nilai yang sesuai dan atribut-atributnya terdapat dalam kelompok benda secara bersama-sama. Contoh : kita mempunyai sejumlah buku pendidikan IPS yang memiliki ketebalan jumlah halaman materi dan sampul yang sama. Konsep konjungtif bersifat menghendaki pengembangan dari hal-hal yang bersifat konkret. 2. Konsep Disjungtif Apabila nilai-nilai tersebut tidak memiliki semua atribut dan nilai atribut yang sama. Contoh : buku pendidikan IPS dan buku Pendidikan IPA mempunyai perbedaan-perbedaan seperti jumlah halaman, materi, dan sampul walaupun keduanya merupakan buku bacaan ilmiah. 3. Konsep Relasional Yaitu gabungan sekelompok benda yang atribut-atributnya mempunyai hubungan yang kita ciptakan. Contoh : konsep kepadatan penduduk, konsep waktu dan konsep arah. b.2. Pentingnya konsep Menurut De Cecco, konsep membantu kita untuk : 1. Menghadapi lingkungan yang kompleks dan luas serta mengurangi kesulitan dalam menguasai fakta-fakta yang selalu bertambah. 2. Mengidentifikasikan dan mengindera macam-macam obyek yang ada disekeliling kita. 3. Mengurangi perlunya belajar mengulang-ulang hal baru yang sebenarnya merupakan atribut dan nilai atribut yang sama dengan konsep yang sudah diketahui. 4. Memungkinkan kita memberi pengajaran yang lebih kompleks dan menerangkan secara lebih jelas. 5. Menggambarkan kenyataan dan dunia. Prinsip-prinsip konsep menurut Kardiyono (1980:13) : 1. Keperluan Konsep yang akan diajarkan haruslah konsep yang dibutuhkan oleh siswa dalam memahami dunia disekitarnya. 2. Ketepatan Perumusan konsep yang akan diajarkan harus tepat sehingga tidak memberikan peluang bagi penafsiran yang salah. 3. Mudah dipelajari Konsep yang diperlukan harus dapat dipastikan dengan mudah. 4. Kegunaan Konsep yang akan diajarkan hendaknya benar-benar berguna. b.3. Pembinaan konsep dalam IPS Pembinaan konsep berarti mengajarkan aspek konotatif dari suatu konsep samapi membentuk suatu abstraksi pada diri siswa memerlukan proses yang lama. Yelon (dalam Husein Achmad, 1982), mengemukakan mengajarkan konsep yang baik sebagai berikut : 1. Merumuskan tujuan 2. Menyadari adanya pengetahuan prasyarat yang akan membantu pemahaman konsep. 3. Menyajikan definisi dan contoh-contoh. 4. Memberi kesempatan kepada siswa untuk merespon dan memberikan feedback. c. Generalisasi Generalisasi menghubungkan beberapa konsep sehingga terbentuk suatu pola hubungan yang bermakna yang menggambarkan hal yang lebih luas. Menurut Nursid Sumaatmadja (1980:83), generalisasi adalah hubungan dua konsep atau lebih dalam bentuk kalimat lengkap yang merupakan pernyataan deklaratif dan dapat dijadikan suatu prinsip atau ketentuan dalam IPS. Kita memiliki paling sedikit 3 konsep : 1. Masyarakat primitif. 2. Lingkungan hidup. 3. Cara hidup. Generalisasi yang baik adalah generalisasi yang tidak menyebut orang, tempat, atau benda. Generalisasi yang lebih bermanfaat yaitu generalisasi yang memiliki tingkat abstraksi yang lebih tinggi tingkat keberlakuannya lebih umum. Fakta itu konkret dan dapat diobservasi, disediakan, disentuh, dan dirasakan (bersifat khusus). Sedangkan generalisasi lebih abstrak dan tidak dapat diobservasikan secara langsung. d. Teori Teori adalah sepasang proposisi yang berhubungan, dan menerangkan hubungan antara beberapa generalisasi. Proposisi yang membutuhkan fakta merupakan teori yang lebih mudah dari pada proposisi yang menghubungkan konsep. Kriteria untuk menyusun teori sebagai berikut : 1. Bagaimana luasnya proposisi yang dihubungkan 2. Bagaimana kompleksnya proposisi yang dihubungkan 3. Sampai sejauh mana teori itu dapat diterapkan 4. Sampai seluas mana hubungan dari proposisi-proposisi yang melukiskan dan menerangkan unsur yang penting dari tingkah laku manusia 5. Samapai sejauh mana teori membimbing kearah pendalaman yang lain 6. Berapa banyak konsep yang diharapkan pada kenyataan yang ada dalam teori 7. Sampai sejauh mana terujinya hipotesis yang dapat diambil dari proposisi yang dihubungkan dengan teori tersbut dapat teruji Menurut, David Easton (Djojo Suradisastra, 1991/1992), teori generalisasi terdiri dari 3 tingkatan : 1. Generalisasi Singular Hanya menghubungkan 2 konsep. 2. Teori dimensi sempit Terbebtuk oleh berbagai pernyataan yang terinterelasikan sedemikian rupa sehingga data yang belum tertata dalam pernyataan dapat dituang dalam suatu pernyataan umum. 3. Teori berdimensi luas Menjangkau sesuatu yang lebih luas dari teori dimensi sempit jangkauannya meliputi keseluruhan dalam suatu ilmu. Setelah memahmi teori, kita dapat lebih melihat keteraturan mengenai gejala-gejala dalam masyarakat lebih sempurna. Dengan demikian akan dapat membawa kita kepada pemikiran tentang sebab-akibat dalam batas tertentu.

Malin Kundang

A long time ago,in a small village near the beach in west Sumatera, there lived a woman and her son, Malin Kundang. Malin Kundang’s father had died when he was a baby, and he had to live hard with his mother. Malin Kundang was a healthy, diligent, and strong child. He usually went to the sea to catch fish, and brought it to his mother, or sold it in the town. One day, when Malin Kundang was sailing as usual, he saw a merchant’s ship which was being hijacked by a small band of pirates. With his braveness and power, Malin Kundang defeated the pirates. The merchant was so happy and asked Malin Kundang to sail with him. Malin Kundang accept it. Many years later, Malin Kundang became a wealthty merchant, with a huge ship, loads of trading goods, many ship crews, and a beautiful wife. In his journey, his ship landed on a beach. The villagers recognize him, and the news spread out fast in the town : Malin Kundang became a rich man and now he is here. His mother, in deepful sadness after years of separated, rushed to the beach to meet her beloved son again. When the mother came, Malin Kundang, in front of his well dressed wife, his crew and his own parents in law, denied to meet that old poor and dirty woman. For three time she begged Malin Kundang and for three times yelled at him. At last, Malin Kundang said to her,”Enough, old woman! I have never had a moher like you, a dirty and ugly peasant!” Then he ordered his crews to set sail. Enraged, she cursed Malin Kundang that he would became a stone if he didn’t apologized. Malin Kundang just laughed and set sail. In the quiet sea, suddenly a thunderstorm came. His huge ship was crashes and it was too late for Malin Kundang to apologize. He was thrown by the wave out of his ship, fell on a small island, and suddenly into stone. Translate : Malin Kundang Pada jaman dahulu kala, di sebuah desa kecil dekat pantai di Sumatera barat, hiduplah seorang wanita dan anaknya, Malin Kundang. Ayah Malin Kundang telah meninggal ketika ia masih bayi, dan Malin Kundang harus hidup keras bersama ibunya. Malin Kundang adalah anak yang rajin, sehat, dan kuat. Dia biasanya pergi ke laut untuk menangkap ikan, dan membawanya pulang kepada ibunya, atau dijual di kota. Suatu hari, ketika Malin Kundang sedang berlayar seperti biasa, ia melihat sebuah kapal pedagang yang sedang dibajak oleh sekelompok kecil bajak laut. Dengan keberanian dan kekuatannya, Malin Kundang mengalahkan para bajak laut itu. Saudagar itu begitu bahagia dan meminta Malin Kundang untuk berlayar bersamanya. Malin Kundang menerimanya. Bertahun-tahun kemudian, Malin Kundang menjadi seorang pedagang yang sukses, dengan kapal besar, banyak barang dagangan, banyak awak kapal, dan istri yang cantik. Dalam perjalanannya, kapalnya berlabuh di pantai. Para penduduk desa mengenal dia, dan berita menyebar cepat di kota: Malin Kundang menjadi orang kaya dan sekarang dia ada di sini. Ibunya, dalam kesedihan yang dalam setelah bertahun-tahun terpisah, bergegas ke pantai untuk bertemu putra kesayangannya lagi. Ketika ibunya datang, Malin Kundang, di depan istrinya berpakaian bagus, kru dan orangtuanya sendiri, membantah bertemu wanita tua miskin dan kotor. Sebanyak tiga kali ia memohon kepada Malin Kundang dan selama tiga kali pula ia berteriak padanya. Akhirnya, Malin Kundang berkata kepadanya, "Cukup, perempuan tua! Saya tidak pernah memiliki ibu seperti mu, seorang petani kotor dan jelek!". Lalu ia memerintahkan kru kapal untuk berlayar. Ibunya marah, ia akan mengutuk Malin Kundang menjadi batu jika dia tidak meminta maaf. Malin Kundang hanya tertawa dan bersiap-siap untuk berlayar. Di laut yang tenang, tiba-tiba badai datang. Kapal besar Nya terhempas dan itu terlalu terlambat untuk Malin Kundang untuk meminta maaf. Ia dilemparkan oleh gelombang keluar kapalnya, jatuh pada sebuah pulau kecil, dan tiba-tiba menjadi batu. Answer the following questions based on the text above! 1. What was the story about? 2. Where did the story comes from? 3. When Malin Kundang’s father had passed away? 4. Who was hijacked the merchant’s ship? 5. Why did the merchant asked Malin Kundang to sail with him? 6. How many times Malin Kundang’s mother yelled at him? 7. What was Malin Kundang say to his mother? 8. What was she say, if malin kundang didn’t apologize? 9. How did Malin Kundang cursed into stone? 10. What lesson can you learn from the story?

Thursday, October 13, 2011

Contoh Proposal PTK

A. Judul Penerapan Metode Pembelajaran Group Investigation dengan Berbasis Mind Mapping untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS di Kelas V SD Negeri Gumawang 02 B. Bidang Kajian Peningkatan Hasil Belajar C. Pendahuluan 1. Latar Belakang Masalah Siswa merupakan subyek belajar. Bila diilustrasikan dalam sebuah perusahaan jasa, siswa adalah pelanggan. Pelanggan selalu mendapatkan tempat teratas dan penyedia layanan jasa harus berusaha semaksimal mungkin untuk memuaskan pelanggannya. Apabila perusahaan tidak memberikan layanan yang baik maka perusahaan akan merugikan pelanggan, pada akhirnya akan kehilangan kepercayaan dan ditinggalkan oleh para pelanggan. Ilustrasi tadi apabila kita refleksikan dalam pembelajaran di kelas menempatkan siswa sebagai pihak yang superior. Kegagalan dalam pembelajaran akan merugikan siswa, mengecewakan masyarakat serta akan mengundang keprihatinan terhadap fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan. Tolok ukur keberhasilan suatu pembelajaran adalah munculnya perubahan perilaku sebagai akibat interaksi siswa dengan lingkungannya. Lingkungan bagi siswa di sekolah adalah kelas, sumber, media, sarana prasarana serta yang guru sebagai manager pembelajaran. Kompetensi guru dalam mengorganisasi pembelajaran akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan pembelajaran berhasil dapat dilihat dari hasil evaluasi belajar siswa yang dapat ditampilkan berupa data kuantitatif. Apabila hasil belajar siswa berada di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) maka kegiatan belajar dapat dikatakan berhasil, tetapi apabila hasil belajar siswa berada di bawah KKM maka kegiatan pembelajaran tersebut mengalami kegagalan atau pelaksanaannya kurang efektif dan bermakna. Sebagai guru kelas di SD Negeri Gumawang 02, penulis memiliki pengalaman empiris dan dapat mengidentifikasi langsung suatu proses pembelajaran yang berjalan tidak efektif. Dari sekian banyak mata pelajaran di SD, IPS merupakan mata pelajaran yang dari waktu ke waktu sebenarnya mengandung banyak permasalahan berkaitan dengan rendahnya hasil belajar. Rata-rata nilai IPS di kelas V SD Negeri Gumawang 02 dari hasil Ujian Akhir semester I tahun pelajaran 2009/2010 adalah 59 dengan KKM 55. Hasil belajar tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata mata pelajaran lain seperti Matematika (rata-rata 71), Bahasa Indonesia (rata-rata 75) dan IPA (rata-rata 77). Rendahnya nilai mata pelajaran IPS ternyata sudah berlangsung dari waktu ke waktu dan tidak hanya di jumpai di SD Negeri Gumawang 02 saja. Dari pengalaman mengajar dan dari beberapa perbincangan dengan beberapa guru didapatkan informasi bahwa salah satu kesulitan dalam kegiatan pembelajaran IPS adalah bahwa IPS memiliki materi yang luas, abstrak dan komplek mencakup ilmu ekonomi, sosialogi, geografi dan sejarah. Kenyataan ini menimbulkan kesulitan bagi guru dalam mendesain pembelajaran yang efektif. Sebagai contoh ketika mengajarkan tentang Konsep Ekonomi, guru cenderung enggan untuk meramu pembelajaran yang lebih inovatif. Tendensi yang ada adalah penggunaan metode pembelajaran konvensional, teacher centered dengan ceramah yang membosankan siswa. Faktor guru sebagai penyelenggara pembelajaran memegang peranan penting terhadap keberhasilan kegiatan belajar siswa. Kemampuan dalam mendesain dan menerapkan pendekatan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan merupakan salah satu tuntutan profesional seorang guru. Namun pada kenyataan di lapangan, inovasi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar hanya dilakukan oleh sebagian kecil guru saja. Tidak dapat dipungkiri masih banyak guru yang belum menguasai berbagai model, pendekatan dan metode pembelajaran yang inovatif terutama adalah guru generasi lama dengan ijazah SPG dan D 2 Penyetaraan yang kurang melakukan update terhadap perkembangan di dunia pendidikan dan pemebelajaran. Rendahnya efektifitas kegiatan pembelajaran IPS merupakan masalah yang perlu segera dipecahkan dan bukan untuk ditutupi. Bila kita berani jujur fenomena yang terjadi adalah masih banyak guru yang berusaha menutupi kegagalan pembelajaran dengan melakukan perubahan pada nilai perolehan siswa dengan menuliskan nilai yang lebih tinggi. Manipulasi nilai tersebut biasa dikatakan sebagai pengkatrolan nilai. Fenomena ini tentunya merupakan masalah yang cukup ironis dan memprihatinkan bagi insan pendidik, karena apabila masalah pembelajaran IPS terus menerus belum terpecahkan maka pihak yang sangat dirugikan adalah siswa sebagai subyek belajar. Pada akhirnya siswa akan kesulitan dalam beradaptasi dengan materi di jenjang pendidikan berikutnya Terkait permasalahan rendahnya hasil IPS di SD Negeri Gumawang 02 maka penulis berusaha memberikan alternatif pemecahan masalah melalui penerapan salah satu model pembelajaran dari pendekatan pembelajaran cooperative learning yaitu metode belajar Group Investigation (investigasi kelompok) dengan teknik pencatatan berbasis Mind Mapping (peta pikiran) untuk meningkatkan hasil belajar IPS. Penerapan metode group investigation merupakan refleksi dari pentingnya pengelolaan pembelajaran yang inovatif dan efektif. Pembelajaran juga dikemas dengan model pencatatan berbasis mind mapping dengan asumsi proses pencatatan yang efektif akan membantu daya ingat siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari. Berdasarkan situasi tersebut maka penulis ingin mengetahui sejauh mana efektifitas penggunaan metode pembelajaran group investigation berbasis mind mapping terhadap peningkatan hasil belajar IPS di kelas V SD Negeri Gumawang 02. Apabila hasilnya nanti menunjukkan efektifitas penggunaan metode tersebut maka sudah seharusnya para guru tidak akan mengalami persoalan dalam mengelola pembelajaran IPS yang efektif dengan hasil belajar yang lebih memuaskan. Untuk itu maka penulis melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul: “Penerapan Metode Pembelajaran Group Investigation dengan Berbasis Mind Mapping untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS di Kelas V SD Negeri Gumawang 02” 2. Perumusan Masalah dan Pemecahan Masalah a. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian identifikasi masalah di atas, maka masalah dalam penelitian tindakan kelas ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah meningkatkan hasil belajar IPS melalui metode pembelajaran Group Investigation berbasis Mind Mapping di kelas V SD N Gumawang 02? 2. Bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS dengan metode pembelajaran Group Investigation berbasis Mind Mapping di kelas V SD N Gumawang 02? b. Pemecahan Masalah Berdasarkan rumusan masalah di atas peneliti merencanakan pemecahan masalah melalui tahapan-tahapan pembelajaran Group Investigation yang dipadukan dengan pembuatan Mind Mapping sebagai berikut: 1. Seleksi topik, para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik. 2. Merencanakan kerjasama, para siswa bersama guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) diatas. 3. Implementasi, para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. 4. Analisis dan sintesis, para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan membuat Mind Mapp dengan langkah-langkah sebagai berikut: a Menentukan Central Topik yang akan dibuatkan MM-nya, untuk buku pelajaran Central Topik biasanya adalah judul buku atau judul bab yang akan dipelajari dan harus diletakkan ditengah kertas serta usahakan berbentuk image/gambar. b Membuat Basic Ordering Ideas – BOIs untuk Central Topik yang telah dipilih, BOIs biasanya adalah judul bab atau sub-bab dari buku yang akan dipelajari atau bisa juga dengan menggunakan 5WH (What, Why, Where, When, Who dan How). c Melengkapi setiap BOIs dengan cabang-cabang yang berisi data-data pendukung yang terkait. Langkah ini merupakan langkah yang sangat penting karena pada saat inilah seluruh data-data harus ditempatkan dalam setiap cabang BOIs secara asosiatif dan menggunakan struktur radian yang menjadi ciri yang paling khas dari suatu MM. d Melengkapi setiap cabang dengan Image baik berupa gambar, simbol, kode, daftar, grafik dan garis penghubung bila ada BOIs yang saling terkait satu dengan lainnya. Tujuan dari langkah ini adalah untuk membuat sebuah MM menjadi lebih menarik sehingga lebih mudah untuk dimengerti dan diingat. 5. Penyajian hasil akhir, semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari dengan menampilkan Mind Mapp agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. 6. Evaluasi, guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya. 3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk: a Meningkatkan hasil belajar IPS materi perjuangan para tokoh menuju kemerdekaan RI melalui pembelajaran Group Investigation dengan berbasis Mind Mapping di kelas V SD N Gumawang 02. b Meningkatkan aktivitas belajar IPS materi perjuangan para tokoh menuju kemerdekaan RI melalui pembelajaran Group Investigation dengan berbasis Mind Mapping di kelas V SD N Gumawang 02. 4. Manfaat Penelitian Manfaat dari dilakukannya penelitian ini adalah: a Bagi siswa, siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda sehingga kegiatan belajar akan terasa menyenangkan. b Bagi guru, penggunaan metode Group Investigation akan menghilangkan pembelajaran yang teacher centered yang melelahkan guru. c Bagi sekolah, dengan variasi metode pembelajaran inovatif akan meningkatkan prestasi siswa pada khususnya dan prestasi sekolah pada umumnya. D. Kajian Pustaka 1. Hasil Belajar IPS Hasil belajar sering disebut juga prestasi belajar. Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie, kemudian di dalam bahasa Indonesia disebut prestasi yang diartikan sebagai hasil usaha. Prestasi banyak digunakan di dalam berbagai bidang dan diberi pengertian sebagai kemampuan, ketrampilan, sikap seseorang dalam menyelesaikan sesuatu hal, Djamarah, (1994:48). Menurut Djamarah (1994:49), “prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan atau diciptakan secara individu maupun secara kelompok”. Pendapat ini berarti prestasi tidak akan pernah dihasilkan apabila seseorang tidak melakukan kegiatan. Hasil belajar atau prestasi belajar adalah suatu hasil yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar. Oleh sebab itu prestasi belajar bukan merupakan ukuran, tetapi dapat diukur setelah melakukan kegiatan belajar. Keberhasilan seseorang dalam dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari prestasi belajar orang tersebut. Menurut Gagne (1997:50), “prestasi belajar dapat dikelompokkan ke dalam 5 (lima) kategaori yaitu: 1) ketrampilan intelektual, 2) informasi verbal, 3) setrategi kognitif, 4) ketrampilan motorik, 5) sikap”. Pendapat ini diuraikan sebagai berikut: a Ketrampilan intelektual (intellectual skills). Belajar ketrampilan intelektual berarti belajar bagaimana melakukan sesuatu secara intelektual. Ada enam jenis ketrampilan intelektual, yaitu 1) diskriminasi-diskriminasi, yaitu kemempuan membuat respon yang berbeda terhadap stimulus yang berbeda pula, 2) konsep-konsep konkrit, yaitu kemempuan mengidentifikasi ciri-ciri atau atribut suatu obyek, 3) konsep-konsep terdefinisi, yaitu kemampuan memberikan makna terhadap sekelompok obyek-obyek, kejadian-kejadian atau hubungan-hubungan, 4) aturan-aturan, yaitu kemampuan merespon hubungan-hubungan antara obyek-obyek dan kejadian-kejadian, 5) aturan tingkat tinggi, yaitu kemampuan merespon hubungan-hubungan antara obyek-obyek dan kejadian-kejadian secara lebih kompleks, 6) memecahkan masalah, yaitu kemampuan memecahkan masalah yang biasanya melibatkan aturan-aturan tingkat tinggi. b Setrategi-setrategi kognitif (cognitive strategies). Setrategi-setrategi ini merupakan kemampuan yang mengarahkan perilaku belajar, mengingat dan berpikir seseorang. Ada lima jenis setrategi-setrategi kognitif, yaitu 1) setrategi-setrategi menghafal, adalah setrategi belajar yang dilakukan dengan cara menghafal ide-ide dari suatu teks, 2) setrategi-setrategi elaborasi, yaitu setrategi belajar dengan cara mengaitkan materi yang dipelajari dengan materi lain yang relevan, 3) setrategi-setrategi pengaturan, yaitu setrategi belajar yang dilakukan dengan cara mengelompokkan konsep-konsep agar menjadi kategori-kategori yang bermakna, 4) setrategi-setrategi pemantauan pemahaman, yaitu setrategi belajar yang dilakukan dengan cara memantau proses-proses belajar yang sedang dilakukan, 5) setrategi-setrategi afektif, yaitu setrategi belajar yang dilakukan dengan cara memusatkan dan mempertahankan perhatian. c Informasi verbal (verbal information). Belajar informasi verbal adalah belajar untuk mengetahui apa yang dipelajari baik yang berbentuk nama-nama obyek, fakta-fakta, maupun pengetahuan yang telah disusun dengan baik. d Ketrampilan motor (motor skills). Kemahiran ini merupakan kemampuan siswa untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan mekanisme otot yang dimiliki. e Sikap (attitudes). Sikap merupakan kemampuan memberikan reaksi secara positif atau negatif terhadap orang, sesuatu dan situasi. Definisi prestasi belajar di atas hampir sejalan dengan pemikiran Bloom. Menurut Bloom, “prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kawasan, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik”. Menurut pendapat ini aspek kognitif berkaitan dengan perilaku berpikir, mengetahui dan memecahkan masalah. Ada enam tingkatan aspek kognitif yang bergerak dari yang sederhana sampai yang kompleks, 1) pengetahuan (knowledge), yaitu kemampuan mengingat materi pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya, 2) pemahaman (comprehension, understanding) seperti kemampuan menafsirkan, menjelaskan atau meringkas, 3) penerapan (application), yaitu kemampuan menafsirkan dan menggunakan materi pelajaran yang sudah dipelajari dalam situasi baru atau konkrit, 4) analisis (analysis), yaitu kemampuan menguraikan atau menjabarkan sesuatu ke dalam komponen-komponen atau bagian-bagian sehingga susunannya dapat dimengerti, 5) sistesis (sythesis), yaitu kemampuan menghimpun bagian-bagian ke dalam satu keseluruhan, 6) evaluasi (evaluation), yaitu kemampuan menggunakan pengetahuan untuk membuat penilaian terhadap sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Aspek afektif baerkaitan dengan sikap, nilai-nilai, interes, apresiasi dan penyesuaian sosial. Aspek ini memiliki lima tingkatan dari yang sederhana ke yang kompleks, 1) penerimaan (receiving), merupakan kepekaan menerima rangsangan (stimulus) baik berupa situasi maupun gejala, 2) penanggapan (responding), yaitu berkaitan dengan reaksi yang diberikan seseorang terhadap stimulus yang dating, 3) penilaian (valuing), yaitu berkaitan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus yang datang, 4) organisasi (organization), yaitu penerimaan terhadap berbagai nilai yang berbeda berdasarkan suatu sistem nilai tertentu yang lebih tinggi, 5) karakteristik nilai (characterization by a value complex), merupakan keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan siswa tantang masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Adapun tujuan pembelajaran IPS di SD adalah: (1) mengajarkan konsep-konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi dan sejarah melalui pendekatan pedagogis dan psikologis; (2) mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, inquiri, memecahkan masalah dan keterampilan sosial; (3) membangun komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; dan (4) meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk baik secara nasional maupun global (Puskur Balitbang Depdiknas, 2003:2). Terkait dengan tujuan mata pelajaran IPS yang sedemikian fundamental maka guru dituntut untuk memiliki pemahaman yang holistik dalam upaya mewujudkan pencapaian tersebut. Dalam terminologi pembelajaran, pencapaian tujuan direfkeksikan dalam ketercapaian indikator (kurikulum 2006). Pemberian indikator dalam pembelajaran merupakan acuan untuk menetapkan target belajar yang harus dicapai siswa. Dalam pencapaian hasil belajar siswa, guru dituntut untuk mengembangkan pembelajaran yang menjangkau perubahan tingkah laku pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik secara proporsional. Berdasarkan konsep di atas maka dapat diperoleh suatu pengertian bahwa hasil belajar IPS adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah belajar yang wujudnya berupa kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Derajat kemampuan yang diperoleh siswa diwujudkan dalam bentuk nilai hasil belajar IPS. 2. Metode Pembelajaran Group Investigation Group Investigationn merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet. Siswa dilibatkan sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Model Group Investigation dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran. Dalam metode Group Investigation terdapat tiga konsep utama, yaitu: penelitian atau enquiri, pengetahuan atau knowledge, dan dinamika kelompok atau the dynamic of the learning group, (Udin S. Winaputra, 2001:75). Penelitian di sini adalah proses dinamika siswa memberikan respon terhadap masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pengetahuan adalah pengalaman belajar yang diperoleh siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan dinamika kelompok menunjukkan suasana yang menggambarkan sekelompok saling berinteraksi yang melibatkan berbagai ide dan pendapat serta saling bertukar pengalaman melaui proses saling beragumentasi. Slavin (1995) dalam Siti Maesaroh (2005:28), mengemukakan hal penting untuk melakukan metode Group Investigation adalah: 1. Membutuhkan Kemampuan Kelompok. Di dalam mengerjakan setiap tugas, setiap anggota kelompok harus mendapat kesempatan memberikan kontribusi. Dalam penyelidikan, siswa dapat mencari informasi dari berbagai informasi dari dalam maupun di luar kelas.kemudian siswa mengumpulkan informasi yang diberikan dari setiap anggota untuk mengerjakan lembar kerja. 2. Rencana Kooperatif. Siswa bersama-sama menyelidiki masalah mereka, sumber mana yang mereka butuhkan, siapa yang melakukan apa, dan bagaimana mereka akan mempresentasikan proyek mereka di dalam kelas. 3. Peran Guru. Guru menyediakan sumber dan fasilitator. Guru memutar diantara kelompok-kelompok memperhatikan siswa mengatur pekerjaan dan membantu siswa mengatur pekerjaannya dan membantu jika siswa menemukan kesulitan dalam interaksi kelompok. Para guru yang menggunakan metode Group Investigation umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 sampai 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen, (Trianto, 2007:59). Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Selanjutnya siswa memilih topik untuk diselidiki, melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan mempresentasikan laporannya di depan kelas. Langkah-langkah penerapan metode Group Investigation, (Kiranawati (2007), dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Seleksi topik Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik. 2. Merencanakan kerjasama Para siswa bersama guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) diatas. 3. Implementasi Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. 4. Analisis dan sintesis Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. 5. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. 6. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya. Tahapan-tahapan kemajuan siswa di dalam pembelajaran yang menggunakan metode Group Investigation untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut (Slavin: 1995) dalam Siti Maesaroh (2005:29-30): Tabel 1: Tahap-Tahap Kemajuan Siswa Dalam Pembelajaran Yang Menggunakan Metode Group Investigation Tahap I Mengidentifikasi topik dan membagi siswa ke dalam kelompok. Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk memberi kontribusi apa yang akan mereka selidiki. Kelompok dibentuk berdasarkan heterogenitas. Tahap II Merencanakan tugas. Kelompok akan membagi sub topik kepada seluruh anggota. Kemudian membuat perencanaan dari masalah yang akan diteliti, bagaimana proses dan sumber apa yang akan dipakai. Tahap III Membuat penyelidikan. Siswa mengumpulkan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membuat kesimpulan dan mengaplikasikan bagian mereka ke dalam pengetahuan baru dalam mencapai solusi masalah kelompok. Tahap IV Mempersiapkan tugas akhir. Setiap kelompok mempersiapkan tugas akhir yang akan dipresentasikan di depan kelas. Tahap V Mempresentasikan tugas akhir. Siswa mempresentasikan hasil kerjanya. Kelompok lain tetap mengikuti. Tahap VI Evaluasi. Soal ulangan mencakup seluruh topik yang telah diselidiki dan dipresentasikan.

Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI)

Santyasa mengungkapkan pembelajaran kooperatif tipe GI didasari oleh gagasan John dewey tentang pendidikan, bahwa kelas merupakan cermin masyarakat dan berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan di dunia nyata yang bertujuan mengkaji masalah-masalah sosial dan antar pribadi. Menurut Winataputra (1992:39) model GI atau investigasi kelompok telah digunakan dalam berbagai situasi dan dalam berbagai bidang studi dan berbagai tingkat usia. Pada dasarnya model ini dirancang untuk membimbing para siswa mendefinisikan masalah, mengeksplorasi berbagai cakrawala mengenai masalah itu, mengumpulkan data yang relevan, mengembangkan dan mengetes hipotesis. Menurut Depdiknas (2005:18) pada pembelajaran ini guru seyogyanya mengarahkan, membantu para siswa menemukan informasi, dan berperan sebagai salah satu sumber belajar, yang mampu menciptakan lingkungan sosial yang dicirikan oleh lingkungan demokrasi dan proses ilmiah. Menurut Winataputra (1992:63) sifat demokrasi dalam kooperatif tipe GI ditandai oleh keputusan-keputusan yang dikembangkan atau setidaknya diperkuat oleh pengalaman kelompok dalam konteks masalah yang menjadi titik sentral kegiatan belajar. Guru dan murid memiliki status yang sama dihadapan masalah yang dipecahkan dengan peranan yang berbeda. Jadi tanggung jawab utama guru adalah memotivasi siswa untuk bekerja secara kooperatif dan memikirkan masalah sosial yang berlangsung dalam pembelajaran serta membantu siswa mempersiapkan sarana pendukung. Sarana pendukung yang dipergunakan untuk melaksanakan model ini adalah segala sesuatu yang menyentuh kebutuhan para pelajar untuk dapat menggali berbagai informasi yang sesuai dan diperlukan untuk melakukan proses pemecahan masalah kelompok. Ibrahim, dkk. (2000:23) menyatakan dalam kooperatif tipe GI guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 5 atau 6 siswa heterogen dengan mempertimbangkan keakraban dan minat yang sama dalam topik tertentu. Siswa memilih sendiri topik yang akan dipelajari, dan kelompok merumuskan penyelidikan dan menyepakati pembagian kerja untuk menangani konsep-konsep penyelidikan yang telah dirumuskan. Dalam diskusi kelas ini diutamakan keterlibatan pertukaran pemikiran para siswa. Slavin (dalam Asthika, 2005:24) mengemukakan tahapan-tahapan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif GI adalah sebagai berikut: 1) Tahap Pengelompokan (Grouping) Yaitu tahap mengidentifikasi topik yang akan diinvestigasi serta mebentuk kelompok investigasi, dengan anggota tiap kelompok 4 sampai 5 orang. Pada tahap ini: 1) siswa mengamati sumber, memilih topik, dan menentukan kategori-kategori topik permasalahan, 2) siswa bergabung pada kelompok-kelompok belajar berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki, 3) guru membatasi jumlah anggota masing-masing kelompok antara 4 sampai 5 orang berdasarkan keterampilan dan keheterogenan. Misalnya: 1) Dalam sub pokok bahasan turunan fungsi aljabar, sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat, guru menyampikan topik yang akan diinvestigasi seperti: (a) Bila y = c maka y’= 0 (c konstanta), (b) Bila y = ax maka y’ = a (a konstanta), dan (c) Bila  y = axn  maka y’ = a.n.xn-1 (a dan n konstanta) 2) Setelah penyampaian topik bahasan yang akan diinvestigasi: (a) guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih topik yang menarik untuk dipilih dan membentuk kelompok berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki, (b) Guru membatasi anggota kelompok 4 sampai 5 orang dengan cara mengarahkan siswa dan memberikan suatu motivasi kepada siswa supaya bersedia membentuk kelompok baru dan memilih topik.   2) Tahap Perencanaan (Planning) Tahap Planning atau tahap perencanaan tugas-tugas pembelajaran. Pada tahap ini siswa bersama-sama merencanakan tentang: (1) Apa yang mereka pelajari? (2) Bagaimana mereka belajar? (3) Siapa dan melakukan apa? (4) Untuk tujuan apa mereka menyelidiki topik tersebut? Misalnya  pada topik Bahasan, Bila y = c maka y’= 0    dimana c konstanta, pada tahap ini: 1) siswa belajar tentang turunan fungsi yang nilainya konstan, 2) siswa belajar dengan menggali informasi, bekerjasama dan berdiskusi, 3) siswa membagi tugas untuk memecahkan masalah topik tersebut, mengumpulkan informasi, menyimpulkan hasil investigasi dan mempresentasikan di kelas, dan (4) siswa belajar untuk mengetahui sifat turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan.   3) Tahap Penyelidikan (Investigation) Tahap Investigation, yaitu tahap pelaksanaan proyek investigasi siswa. Pada tahap ini, siswa melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) siswa mengumpulkan informasi, menganalisis data dan membuat simpulkan terkait dengan permasalahan-permasalahan yang diselidiki, 2) masing-masing anggota kelompok memberikan masukan pada setiap kegiatan kelompok, 3) siswa saling bertukar, berdiskusi, mengklarifikasi dan mempersatukan ide dan pendapat. Misalnya: 1) siswa menemukan cara-cara pembuktian sifat turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan, 2) siswa mecoba cara-cara yang ditemukan dari hasil pengumuplan informasi terkait dengan topik bahasan yang diselidiki, dan 3) siswa berdiskusi, mengklarifikasi tiap cara atau langkah dalam pemecahan masalah tentang topik bahasan yang diselidiki.   4) Tahap Pengorganisasian (Organizing) Yaitu tahap persiapan laporan akhir. Pada tahap ini kegiatan siswa sebagai berikut: 1) anggota kelompok menentukan pesan-pesan penting dalam proteknya masing-masing, 2)  anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan dan bagaimana mempresentasikannya, 3) wakil dari masing-masing kelompok membentuk panitia diskusi kelas dalam presentasi investigasi. Misalnya: 1) siswa menemukan bahwa turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan nilainya adalah 0 jadi rumus yang diberikan terbukti, 2) siswa menemukan bahwa turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan nilainya adalah 0 yang dibuktikan dengan definisi turunan dan limit fungsi, 3) siswa membagi tugas  sebagai pemimpin, moderator, notulis dalam presentasi investigasi. 5) Tahap Presentasi (Presenting) Tahap presenting yaitu tahap penyajian laporan akhir. Kegiatan pembelajaran di kelas pada tahap ini adalah sebagai berikut: (1) penyajian kelompok pada keseluruhan kelas dalam berbagai variasi bentuk penyajian,  (2) kelompok yang tidak sebagai penyaji terlibat secara aktif sebagai pendengar, (3) pendengar mengevaluasi, mengklarifikasi dan mengajukan pertanyaan atau tanggapan terhadap topik yang disajikan.  Misalnya: 1) siswa yang bertugas untuk mewakili kelompok menyajikan hasil atau simpulan dari investigasi yang telah dilaksanakan, 2) siswa yang tidak sebagai penyaji, mengajukan pertanyaan, saran tentang topik yang disajikan, 3) siswa mencatat topik yang disajikan oleh penyaji.   6) Tahap evaluasi (evaluating) Pada tahap evaluating atau penilaian proses kerja dan hasil proyek siswa. Pada tahap ini, kegiatan guru atau siswa dalam pembelajaran sebagai berikut: 1) siswa menggabungkan masukan-masukan tentang topiknya, pekerjaan yang telah mereka lakukan, dan tentang pengalaman-pengalaman efektifnya, 2) guru dan siswa mengkolaborasi, mengevaluasi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan, 3) penilaian hasil belajar haruslah mengevaluasi tingkat pemahaman siswa. Misalnya: 1) siswa merangkum dan mencatat setiap topik yang disajikan, 2) siswa menggabungkan tiap topik yang diinvestigasi dalam kelompoknya dan kelompok yang lain, 3) guru mengevaluasi dengan memberikan tes uraian pada akhir siklus. Metode Pembelajaran GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan, buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas, rencanakan pelaksanaan investigasi, tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas, misal mengukur tinggi pohon, mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah, jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah, banyak guru dan staf sekolah), pengoalahn data penyajian data hasi investigasi, presentasi, kuis individual, buat skor perkem\angan siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward. 

Wednesday, October 12, 2011

Mengganti Startup Sound Pada Windows XP

Bagi Anda yang gemar memodifikasi sistem pada Windows atau kurang puas dengan penampilan yang ada khususnya startup sound pada Windows XP, Anda datang ke tempat yang tepat. Karena di sini saya akan menjelaskan bagaimana cara untuk mengubah startup sound pada Windows XP sesuai dengan keinginan Anda sendiri. Anda dapat menggunakan file suara apa saja untuk dijadikan sebagai startup sound pada Windows XP.
Artikel kali ini mungkin tidak akan saya jelaskan secara panjang lebar karena memang caranya sangat mudah. Sebelumnya perlu diketahui bahwa sebenarnya menggunakan startup sound dapat memperlambat proses logon Windows. Tetapi tak ada salahnya bila kita mencobanya bukan? Berikut ini akan saya jelaskan langkah-langkah untuk mengubah startup sound pada Windows.

Mencari file suara yang diinginkan
Sebelum memulai semua ini, terlebih dahulu kita harus mencari file suara yang kita inginkan. File tersebut dapat berupa MP3 atau WAV tetapi diutamakan menggunakan file WAV. Jangan khawatir kalau Anda kesulitan menemukan file WAV yang bagus. Anda bisa mengkonversi file suara tersebut menjadi file WAV yang caranya akan saya jelaskan di tahap berikutnya.

Mengkonversi file suara menjadi file WAV
Untuk mengkonversi file suara menjadi file WAV, kita bisa menggunakan aplikasi konverter yang banyak beredar di internet baik berbayar maupun gratisan. Salah satu aplikasi konverter yang saya temukan dan menurut saya cukup bagus adalah Audacity. Mengenai cara singkat mengkonversi file suara menjadi file WAV menggunakan Audacity akan saya jelaskan di bawah ini.
1. Buka aplikasi Audacity
2. Pilih menu File->Open atau tekan Ctrl+O pada keyboard
3. Cari file suara yang Anda inginkan kemudian pilih Open
4. Maka proses Importing akan berlangsung selama beberapa saat
5. Tidak mungkin bukan bila kita mengambil seluruh isi file suara tersebut. Karena file WAV yang dihasilkan tentunya akan berukuran sangat besar. Oleh karena itu, kita harus memotong file suara tersebut. Lihat pada bagian bawah aplikasi Audacity. Di sana Anda dapat menentukan batas awal dan batas akhir file suara sesuai keinginan
6. Pilih Edit->Copy untuk menyalin batas awal dan batas akhir yang Anda tentukan
7. Pilih File->New untuk membuat project baru
8. Pilih Edit->Paste di dalam project yang baru untuk menempelkan hasil copy tadi. Sekarang lupakanlah project yang lama. Pusatkan perhatian Anda pada project yang baru
9. Pilih File->Export untuk mengkonversi file suara tersebut menjadi file WAV
10. Nanti Anda akan diminta untuk memasukkan rincian detail mengenai file suara tersebut seperti Artist Name, Track Title, dll. Sebenarnya rincian ini boleh tidak diisi. Klik OK untuk melanjutkan
11. Tentukan lokasi output file suara tersebut dan isikan nama yang sesuai. Pastikan pilihan Save as type sudah diganti dengan WAV
12. Pilih Save
Perlu diketahui bahwa ukuran file WAV yang akan digunakan diharapkan tidak melebihi 10 MB.
Memindahkan file WAV baru
Sekarang saatnya kita memindahkan file WAV yang baru saja dibuat tadi ke lokasi berikut ini.
C:\Windows\Media
Menerapkan file suara WAV tersebut untuk digunakan
Semua sudah siap. Sekarang kita hanya tinggal menerapkan file WAV yang baru saja dibuat tadi untuk startup sound Windows. Saya rasa tahap ini merupakan tahap yang paling mudah sehingga hampir semua orang mengetahui caranya. Walaupun begitu, silakan ikuti langkah-langkah berikut ini bagi yang tidak mengetahui caranya.
1. Buka Control Panel
2. Aktifkan Classic View agar mudah
3. Klik ganda Sound
4. Pilih tab Sounds
5. Pada bagian Program events, klik Start Windows
6. Klik Browse dan pilih file WAV yang baru saja dibuat tadi
7. Pilih Open
8. Klik OK
Setelah itu, lakukan reboot dan lihat apakah semuanya berjalan dengan baik. Sayangnya modifikasi seperti ini hanya dapat diterapkan pada Windows XP. Saya sudah mencoba menerapkannya pada Windows Vista tetapi ternyata tidak bisa.

Monday, April 19, 2010

Kata-kata Bijak

Bakat Kita
by: Kata Bijak Motivasi
Bakat yang kita miliki adalah hadiah dari Tuhan untuk kita… Apa yang dapat kita hasilkan dari bakat tersebut adalah hadiah dari kita untuk Tuhan.
Our talents are the gift that God gives to us… What we make of our talents is our gift back to God.
~ Leo Buscaglia
Masalah Kita Manusia
by: Kata Bijak Motivasi
Masalah-masalah kita adalah buatan manusia, maka dari itu, dapat diatasi oleh manusia. Tidak ada masalah dalam takdir manusia yang tidak terjangkau oleh manusia.
Our problems are man-made, therefore they may be solved by man. No problem of human destiny is beyond human beings.
~ John F. Kennedy
Sikap Kehidupan
by: Kata Bijak Motivasi
Kelakukan kita terhadap kehidupan, menentukan sikap kehidupan terhadap kita.
Our attitude toward life determines life’s attitude towards us.
~ Earl Nightingale
Dua Pencuri Saat Ini
by: Kata Bijak Motivasi
Penyesalan akan hari kemaren, dan ketakutan akan hari esok adalah dua pencuri yang mengambil kebahagiaan saat ini.
Regrets over yesterday and the fear of tomorrow are twin thieves that rob us of the moment.
Kata Mutiara Dengan Cintanya
by: Kata Bijak Motivasi
Tanpa cintanya, aku tidak dapat berbuat apa-apa, dengan cintanya, tidak ada yang tidak dapat aku lakukan.
Without His love I can do nothing, with His love there is nothing I cannot do.
Kata Mutiara Cinta Untuk Wanita
by: Kata Bijak Motivasi
Carilah seorang pria yang memanggil mu cantik, bukan hot / sexy
Yang menelepon kembali ketika kamu menutup telpon
Yang mau tiduran di bawah bintang dan mendengar detak jantungmu
Atau mau tetap terbangun untuk melihatmu tidur
Tunggulah seorang laki-laki yang mencium dahimu
Yang mau memamerkan dirimu pada dunia ketika kamu sedang keringetan
Yang menggenggam tanganmu di depan teman-temannya
Yang menganggap kamu tetap cantik tanpa riasan
Seseorang yang selalu mengingatkan kamu, betapa besar kepeduliannya padamu
dan betapa beruntungnya dia memilikimu
Seseorang yang berkata pada temannya: dialah orangnya…
Find a guy who calls you beautiful instead of hot, who calls you back when you hang up on him, who will lie under the stars and listen to your heartbeat, or will stay awake just to watch you sleep… wait for the boy who kisses your forehead, who wants to show you off to the world when you are in sweats, who holds your hand in front of his friends, who thinks you’ re just as pretty without makeup on. One who is constantly reminding you of how much he cares and how lucky he is to have YOU… The one who turns to his friends and says, thats her…
Perselingkuhan Terindah
by: Kata Bijak Motivasi
Perselingkuhan yang terindah adalah perselingkuhan yang tidak pernah terjadi.
The best love affairs are those we never had.
~ Norman Lindsay

Kehidupan adalah seperti bermain puzzle

Kehidupan adalah seperti bermain puzzle, kadangkala mudah untuk mencari potongan puzzle yang kita butuhkan, kadangkala kita kesulitan, bingung, bahkan panik sehingga seringkali kita memaksakan potongan puzzle yang tidak tepat. Disinilah fungsi kata mutiara, potongan puzzle yang mungkin selama ini Anda cari-cari, karena ketika puzzle telah tersusun sempurna kita baru mengerti apa maksud Sang Pencipta (Sesungguhnya akal manusia sangat terbatas).

Niat dan Perbuatan
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.
~ Imam An Nawaw

Kehangatan Pertemanan
Pertemanan itu seperti jika anda mengencingi diri anda sendiri. Semua orang bisa melihatnya, tapi hanya anda yang merasakan kehangatannya.
Friendship is like peeing on yourself: everyone can see it, but only you get the warm feeling that it brings.

Definisi Teman
Teman adalah keluarga yang kita pilih sendiri untuk diri kita.
Friends are the family we choose for ourselves.
~ Edna Buchanan

Teman Dan Ucapan Selamat Ulang Tahun
Teman yang baik mengingat hari ulang tahun kita tapi lupa berapa umur kita…

Kegagalan
Kegagalan2 di masa lalu saya merupakan pelajaran yang sangat berharga yang akhirnya berbuah kesuksesan.
Saya belajar banyak dari kegagalan saya, saya bisa menjadi ‘lebih pintar’ karena saya pernah gagal.
Saya pernah gagal, tapi saya masih di sini…
Saya tidak membiarkan kegagalan merampas impian saya untuk dapat bekerja dari rumah saja.
~ Dini Shanti

Fokus Pada Satu Keinginan
Fokus pada satu keinginan memungkinkan pencapaian banyak keinginan.
~ Mario Teguh

Belajar Dari Orang Lain
Belajar dari orang lain tidak perlu menunggu tulisan, step by step atau omongannya. Belajar dari orang lain bisa dengan mengamati, mengerti cara berpikir dan cara bekerjanya.
~ Dini Shanti

Kesalahan Pemimpin
Peraturan nomor satu dalam kepemimpinan: semua-muanya adalah salah anda si pemimpin.
First rule of leadership: everything is your fault.
~ A Bug’s Life Movie

Krisis Dalam Huruf Cina
Orang Cina menggunakan dua sapuan kuas untuk menulis kata ‘krisis’. Satu untuk kata ‘bahaya’ dan yang satu lagi untuk ‘kesempatan’. Dalam menghadapi suatu krisis, sadarlah akan bahaya yang ada, tapi jangan tutup mata terhadap kesempatan yang terbuka.
The Chinese use two brush strokes to write the word ‘crisis’. One brush stroke stands for danger; the other for opportunity. In a crisis, be aware of the danger-but recognize the opportunity.
~ John F. Kennedy

Kata Bijak Kehebatan
Hebat adalah untuk melakukan satu hal yang biasa dengan cara yang tidak biasa.
Excellence is to do a common thing in an uncommon way.
~Booker T. Washington

FEMINISME

Berasal dari kata feminis yang merupakan sifat dasar yang melekat pada diri seorang wanita, yang kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan yang diawali oleh sebuah kelompok studi ilmiah, yang komandoi oleh Lady Mary Wortley, yang berjuang untuk pendidikan perempuan. Femisme merupakan sebuah arus pemikiran yang muncul diawal dekade 1900 yang kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan masal yang sangat brpengaruh. Khususnya di Indonesia mengalami penngkatan dikala perempuan dalam keanggotaan dewan yang menjelaskan hal tersebut mengalami peningkatan kuantitas yakni 30%. Harapan dari kepanitiaan politik kaum di Indonesia adalah salah satunya membangun sebuah kesadaran yang permanen tentang hakekat perempuan mengenai posisi dan peran mereka di seluruh aspek kehidupan. Bukan mengubur peran laki-laki serta menggeser peran mereka kepada kondisi yang mengalah untuk sementara.
FEMINISME DALAM ISLAM
Gerakan yang dimunculkan oleh Marry Wallstone Craff, seorang wanita yang telah berhasil mendobrak dunia lewat bukunya yang berjudul The Right Of Woman tahun 1972, dengan lantang menyuarkan tentang perbaikan kedudukan dan menolak perbedaan derajat antar laki-laki dan perempuan.
Islam telah merombak dan mengangkat harkat dan martabat wanita ke derajat yang mulia, dan Islam telah memberikan hak yang sama atas kaum hawa seperti hak berfikir dan berpendapat, misalnya keikutsertaan Ummu Amarah dalam perang Uhud. Feminism jelas bukan dari Islam, namun Islam tidak pernah melarang kaum hawa untuk berperan aktif dilingkungannya selam tidak meninggalkan kewajibannya.
Aliran
Feminisme liberal
Feminisme Liberal ialah pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Aliran ini menyatakan bahwa kebebasan dan kesamaan berakar pada rasionalitas dan pemisahan antara dunia privat dan publik. Setiap manusia -demikian menurut mereka- punya kapasitas untuk berpikir dan bertindak secara rasional, begitu pula pada perempuan. Akar ketertindasan dan keterbelakngan pada perempuan ialah karena disebabkan oleh kesalahan perempuan itu sendiri. Perempuan harus mempersiapkan diri agar mereka bisa bersaing di dunia dalam kerangka "persaingan bebas" dan punya kedudukan setara dengan lelaki.
Tokoh aliran ini adalah Naomi Wolf, sebagai "Feminisme Kekuatan" yang merupakan solusi. Kini perempuan telah mempunyai kekuatan dari segi pendidikan dan pendapatan, dan perempuan harus terus menuntut persamaan haknya serta saatnya kini perempuan bebas berkehendak tanpa tergantung pada lelaki.
Feminisme liberal mengusahakan untuk menyadarkan wanita bahwa mereka adalah golongan tertindas. Pekerjaan yang dilakukan wanita di sektor domestik dikampanyekan sebagai hal yang tidak produktif dan menempatkab wanita pada posisi sub-ordinat. Budaya masyarakat Amerika yang materialistis, mengukur segala sesuatu dari materi, dan individualis sangat mendukung keberhasilan feminisme. Wanita-wanita tergiring keluar rumah, berkarier dengan bebas dan tidak tergantung lagi pada pria.
Akar teori ini bertumpu pada kebebasan dan kesetaraaan rasionalitas. Perempuan adalah makhluk rasional, kemampuannya sama dengan laki-laki, sehingga harus diberi hak yang sama juga dengan laki-laki. Permasalahannya terletak pada produk kebijakan negara yang bias gender. Oleh karena itu, pada abad 18 sering muncul tuntutan agar prempuan mendapat pendidikan yang sama, di abad 19 banyak upaya memperjuangkan kesempatan hak sipil dan ekonomi bagi perempuan, dan di abad 20 organisasi-organisasi perempuan mulai dibentuk untuk menentang diskriminasi seksual di bidang politik, sosial, ekonomi, maupun personal. Dalam konteks Indonesia, reformasi hukum yang berprerspektif keadilan melalui desakan 30% kuota bagi perempuan dalam parlemen adalah kontribusi dari pengalaman feminis liberal.
Feminisme radikal
Muncul sejak pertengahan tahun 1970-an di mana aliran ini menawarkan ideologi "perjuangan separatisme perempuan". Pada sejarahnya, aliran ini muncul sebagai reaksi atas kultur seksisme atau dominasi sosial berdasar jenis kelamin di Barat pada tahun 1960-an, utamanya melawan kekerasan seksual dan industri pornografi. Pemahaman penindasan laki-laki terhadap perempuan adalah satu fakta dalam sistem masyarakat yang sekarang ada. Dan gerakan ini adalah sesuai namanya yang "radikal".
Aliran ini bertumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki. Tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki. Oleh karena itu, feminisme radikal mempermasalahkan antara lain tubuh serta hak-hak reproduksi, seksualitas (termasuk lesbianisme), seksisme, relasi kuasa perempuan dan laki-laki, dan dikotomi privat-publik. "The personal is political" menjadi gagasan anyar yang mampu menjangkau permasalahan prempuan sampai ranah privat, masalah yang dianggap paling tabu untuk diangkat ke permukaan. Informasi atau pandangan buruk (black propaganda) banyak ditujukan kepada feminis radikal. Padahal, karena pengalamannya membongkar persoalan-persoalan privat inilah Indonesia saat ini memiliki Undang Undang RI no. 23 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).
Feminisme post modern
Ide Posmo - menurut anggapan mereka - ialah ide yang anti absolut dan anti otoritas, gagalnya modernitas dan pemilahan secara berbeda-beda tiap fenomena sosial karena penentangannya pada penguniversalan pengetahuan ilmiah dan sejarah. Mereka berpendapat bahwa gender tidak bermakna identitas atau struktur sosial.
Feminisme anarkis
Feminisme Anarkisme lebih bersifat sebagai suatu paham politik yang mencita-citakan masyarakat sosialis dan menganggap negara dan sistem patriaki-dominasi lelaki adalah sumber permasalahan yang sesegera mungkin harus dihancurkan.
Feminisme Marxis
Aliran ini memandang masalah perempuan dalam kerangka kritik kapitalisme. Asumsinya sumber penindasan perempuan berasal dari eksploitasi kelas dan cara produksi. Teori Friedrich Engels dikembangkan menjadi landasan aliran ini—status perempuan jatuh karena adanya konsep kekayaaan pribadi (private property). Kegiatan produksi yang semula bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendri berubah menjadi keperluan pertukaran (exchange). Laki-laki mengontrol produksi untuk exchange dan sebagai konsekuensinya mereka mendominasi hubungan sosial. Sedangkan perempuan direduksi menjadi bagian dari property. Sistem produksi yang berorientasi pada keuntungan mengakibatkan terbentuknya kelas dalam masyarakat—borjuis dan proletar. Jika kapitalisme tumbang maka struktur masyarakat dapat diperbaiki dan penindasan terhadap perempuan dihapus.
Feminisme sosialis
Sebuah faham yang berpendapat "Tak Ada Sosialisme tanpa Pembebasan Perempuan. Tak Ada Pembebasan Perempuan tanpa Sosialisme". Feminisme sosialis berjuang untuk menghapuskan sistem pemilikan. Lembaga perkawinan yang melegalisir pemilikan pria atas harta dan pemilikan suami atas istri dihapuskan seperti ide Marx yang menginginkan suatu masyarakat tanpa kelas, tanpa pembedaan gender.
Feminisme sosialis muncul sebagai kritik terhadap feminisme Marxis. Aliran ini mengatakan bahwa patriarki sudah muncul sebelum kapitalisme dan tetap tidak akan berubah jika kapitalisme runtuh. Kritik kapitalisme harus disertai dengan kritik dominasi atas perempuan. Feminisme sosialis menggunakan analisis kelas dan gender untuk memahami penindasan perempuan. Ia sepaham dengan feminisme marxis bahwa kapitalisme merupakan sumber penindasan perempuan. Akan tetapi, aliran feminis sosialis ini juga setuju dengan feminisme radikal yang menganggap patriarkilah sumber penindasan itu. Kapitalisme dan patriarki adalah dua kekuatan yang saling mendukung. Seperti dicontohkan oleh Nancy Fraser di Amerika Serikat keluarga inti dikepalai oleh laki-laki dan ekonomi resmi dikepalai oleh negara karena peran warga negara dan pekerja adalah peran maskulin, sedangkan peran sebagai konsumen dan pengasuh anak adalah peran feminin. Agenda perjuagan untuk memeranginya adalah menghapuskan kapitalisme dan sistem patriarki. Dalam konteks Indonesia, analisis ini bermanfaat untuk melihat problem-problem kemiskinan yang menjadi beban perempuan.
Feminisme postkolonial
Dasar pandangan ini berakar di penolakan universalitas pengalaman perempuan. Pengalaman perempuan yang hidup di negara dunia ketiga (koloni/bekas koloni) berbeda dengan prempuan berlatar belakang dunia pertama. Perempuan dunia ketiga menanggung beban penindasan lebih berat karena selain mengalami pendindasan berbasis gender, mereka juga mengalami penindasan antar bangsa, suku, ras, dan agama. Dimensi kolonialisme menjadi fokus utama feminisme poskolonial yang pada intinya menggugat penjajahan, baik fisik, pengetahuan, nilai-nilai, cara pandang, maupun mentalitas masyarakat. Beverley Lindsay dalam bukunya Comparative Perspectives on Third World Women: The Impact of Race, Sex, and Class menyatakan, “hubungan ketergantungan yang didasarkan atas ras, jenis kelamin, dan kelas sedang dikekalkan oleh institusi-institusi ekonomi, sosial, dan pendidikan.”

Thursday, March 11, 2010

Manga Manga Death Note terdiri dari 12 jilid tankoubon.

Manga dan film layar lebar Death Note memiliki inti yang sama yaitu seorang siswa SMA terbaik sejepang bernama Light Yagami yang menemukan death note kepunyaan shinigami (dewa kematian) bernama Ryuk. Light merasa dunia sudah membusuk karena dipenuhi oleh manusia tidak berguna (penjahat), karena itu Light memutuskan untuk mengorbankan dirinya agar dunia menjadi lebih baik. Light membunuh para penjahat dengan menggunakan nama Kira, sayangnya Light menjadi tidak terkendali dan membunuh semua orang yang menghalanginya. Tidak butuh waktu lama nama Kira mendunia. Kira dikenal sebagai penjahat/pahlawan yang membuat para penjahat mati karena serangan jantung (Light hanya menuliskan nama tanpa menuliskan detailnya sehingga orang-orang itu mati karena serangan jantung). Aksi Light ini menarik perhatian detektif paling terkenal di dunia yaitu L. L menawarkan bantuan kepada pihak kepolisian Jepang untuk menangkap Kira. Semenjak itu dimulailah pertarungan hidup dan mati antara Kira dan L. L yang sudah melakukan penyelidikan mulai mencurigai Light. Kamar light dipasang kamera pengintai dan penyadap. Tapi Light tetap bisa menggunakan death note tanpa dicurigai sehingga kecurigaan L berkurang. Dalam acara penerimaan mahasiswa baru, Light terpilih sebagai mahasiswa baru terbaik bersama seseorang yang tidak lain adalah L. L memberitahu Light bahwa dirinya adalah L. Semenjak itu L dan Light saling menyelidiki identitas masing-masing dengan lebih hati-hati. Lalu munculah Misa Amane. Dia adalah model yang sedang naik daun dan juga memiliki death note kepunyaan shinigami bernama Rem. Berbeda dengan Ryuk yang tidak peduli akan nasib Light, Rem sangat peduli terhadap Misa dan bahkan rela menyerahkan nyawanya demi misa walaupun dia sendiri adalah perempuan. Misa yang akhirnya dikenal dengan nama Kira ke-2 mulai membantu Light karena Misa jatuh cinta terhadap Light. Pertempuran yang panjang antara L dan Light berakhir dengan kematian L. Karena L sudah mati, Light bertugas sebagai pengganti L. Tapi ternyata masih ada lawan yang sepadan, yaitu penerus L, Near dan Mello. Walaupun penerus, mereka berdua bekerja secara terpisah. Karena suatu kejadian Mello berhasil dibunuh oleh Light. Tapi kematian Mello tidak sia-sia karena Mello sudah memberikan petunjuk untuk Near. Near yang merasa yakin memutuskan untuk mengatur pertemuan antara Light bersama kepolisian Jepang dengan dirinya dan anggota SPK. Light sudah yakin dia akan menang atas bantuan Mikami (pemegang death note pengganti Misa karena kepemilikkan Misa atas death note sudah dilepas atas perintah Light). Tapi akhirnya Near yang menang. Death note yang digunakan Mikami untuk membunuh semua orang di situ kecuali Light ternyata sudah dimanipulasi lebih dari yang diperkirakan Light. Light yang sudah teredesak meminta bantuan Ryuk, tapi Ryuk sudah mengatakan "akulah yang akan menuliskan namamu di Death note saat kau mati nanti" dan juga "Aku tidak memihak kau maupun L". Akhir dari death note adalah Light mati karena namanya ditulis di dalam death note oleh Ryuk.

Layar lebar

Dalam versi layar lebarnya, Death Note dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Death Note, Death Note The Last Name, dan Death Note 3,5. L Change The World.

Cerita Death Note berawal ketika Light Yagami menemukan sebuah buku yang ternyata milik Shinigami (Dewa Kematian) bernama Ryuk (Ryuku). Di dalam Death Note milik Ryuk, terdapat cara menggunakan Death Note yang ditulis olehnya sendiri. Death Note ini kemudian digunakan untuk mewujudkan idealismenya yaitu untuk menciptakan dunia baru yang bersih dari kejahatan, dengan dirinya sebagai Dewa.

Kemudian Death Note ini dia gunakan untuk membunuh para kriminal. Mendapatkan data para kriminal dari televisi maupun mencuri data kepolisian pusat (ayahnya, Shoichiro Yagami adalah seorang polisi). Ternyata tindakannya ini mengundang berbagai reaksi, baik dari masyarakat, para petinggi Jepang, bahkan dari para petinggi internasional. Kebanyakan masyarakat setuju dengan tindakan pembersihan dunia itu, namun para petinggi tidak menyetujuinya karena tindakan tersebut bertentangan dengan Hak Asasi Manusia.

Tidak hanya itu hambatan yang ditemui Raito (yang dijuluki KIRA, sebutan untuk Killer dalam dialek Jepang) untuk mewujudkan dunia yang bersih, dia juga harus berhadapan dengan L yang selanjutnya dikenal dengan nama Ryuzaki (nama asli L adalah L Lawliet). L adalah seorang detektif profesional muda bertaraf internasional yang hanya bergerak di belakang layar. Setelah bertemu L Lawliet, jalan cerita "Death Note" menjadi semakin menarik (ditambah dengan munculnya Kira Kedua dan sebagainya, dalam versi anime dan manganya).

Death Note The Last Name menceritakan tentang Kira Kedua yaitu seorang artis yang baru naik daun bernama Misa Amane, diceritakan juga asal usul mengapa Misa memiliki buku Death Note yang kedua. Misa memiliki buku death Note yang kedua karena dewa kematian yang selalu menjaga Misa (bernama Jealous) mati untuk menyelamatkan Misa yang akan dibunuh oleh seorang penjahat. Jelaous memperpanjang umur Misa, namun dengan begitu maka Jealous hancur menjadi pasir. Jealous kemudian meminta sahabatnya yang juga dewa kematian bernama Rem, Rem kemudian menjaga Misa dan mengajarkan bagaimana cara menggunakan Death Note. Misa yang telah kehilangan seluruh keluarganya karena dibunuh oleh seorang perampok. Misa yang melihat wajah pembunuh itu kemudian melaporkan pembunuh itu, namun karena kesaksian Misa tidak cukup kuat, maka pencuri itu kemudian dibebaskan. Misa yang sedih berlarut-larut dalam kesedihannya kemudian melihat berita bahwa pencuri itu telah mati karena serangan jantung. Misa Amane kemudian sangat memuji KIRA.

Light Yagami kemudian dicurigai oleh L sebagai Kira. Saat sedang diinterogasi dalam Markas Besar L, ternyata Kira Kedua beraksi dengan 'mata'-nya. Kira Kedua membunuh semua yang menentang KIRA. Kira Kedua memberikan sebuah rekaman suara yang menginginkan agar semua orang menyetujui kira yang dikirimkan ke Sakura TV. Kemudian datanglah Ayah Light (Shoichiro Yagami) ke stasiun TV itu. Di Stasiun TV sakura, Shoichiro kemudian memaksa Produser Sakura TV untuk menghentikan acara itu, karena ditodong pistol, produser itupun kemudian terpaksa menghentikan acara tersebut.

Khawatir akan Kira I dan Kira Kedua bertemu, L memerintahkan untuk membuat rekaman suara yang isinya adalah untuk agar Kira Kedua menyerahkan diri sebelum bertemu dengan Kira I. Tanpa disangka-sangka, ternyata Kira Kedua, Misa Amane telah jatuh cinta kepada Light (Kira I). Misa kemudian mendatangi rumah Light dan menyerahkan Death Notenya. Misa meminta agar Light menjadi kekasihnya.

L menemui Light di kampusnya sambil menanyakan kedatangan Misa kerumahnya kemarin malam. Ryuzaki yang memakai topeng kemudian bertemu dengan Misa Amane. Misa kemudian membaca nama asli Ryuzaki. Misa kemudian dirubungi oleh para Fansnya di kampus Light dan menyatakan bahwa Light adalah kekasih Misa. Dikerumunan itu, Ryuzaki mengambil Handphone Misa. Ketika Misa dan Ryuzaki pergi, Light menelepon Misa yang kemudian diangkat oleh Ryuzaki. Dilain sisi, Misa sudah diamankan oleh polisi anak buah Ryuzaki.

Misa dipaksa untuk mengatakan apakah dia adalah kira dan siapakah kira I, namun karena cintanya kepada Light Yagami, dia tetap diam. Misa kemudian meminta Rem menghapus memori tentang death note dari pada dia harus mengatakan Light adalah Kira I. Rem kemudian mendatangi Light dan mengancam akan membunuh Light jika sesuatu terjadi kepada Misa. Light kemudian menyembunyikan Death Note yang dimilikinya dan menyuruh Rem untuk mencari pemilik Death Note baru, Rem yang ingin Misa selamat kemudian menyetujui Light dan pergi mencari orang untuk menjadi Kira III.

Rem kemudian menyerahkan Death Note-nya kepada seorang gadis di Sakura TV bernama Yamada. Yamada kemudian membunuhi para penjahat dan menyiarkan di TV untuk Mensuport Kira. Misa yang telah kehilangan ingatannya kemudian mulai berbicara tentang Light, namun hanya mengatakan tentang masa pacaran dan bertemunya di Sakura TV. Lightpun kemudian menghilangkan ingatannya, Light dan Misa kemudian dibebaskan. Light yang kehilangan ingatannya tentang Death Note kemudian membantu Ryuzaki untuk mencari Kira III. Dengan bantuan Light, kemudian Kira III ditemukan dan dijebak dengan ancaman bahwa video pengintai kamarnya akan diberitahukan kepada seluruh dunia. Takut akan ancaman tersebut, Yamada kemudian nekat untuk menuliskan nama orang yang akan menyiarkan videonya didalam Death Note. Yamada yang mengetahui bahwa dia tak bisa membunuh orang itu kemudian datang ke Sakura TV. Disana semua agen polisi, Ryuzaki dan Light memegang buku itu dan dapat melihat Rem. Light yang menyentuh Death Note itu kemudian mengingat masa lalunya bersama Death Note. Light yang sudah ingat kemudian menuliskan nama Yamada dibalik jam tangannya dimana dia menaruh secarik kertas dari death note. Kematian Yamada kemudian menjadi misteri.

Light yang sudah mengingat kembali masa lalunya bersama Death Note kemudian menyuruh Misa yang telah dibebaskan untuk mengambil Death Note-nya yang dia sembunyikan dahulu. Misa yang menemukan Death Note itu kemudian mengingat lagi masa lalunya dan dapat melihat Ryukk (Dewa Kematian Death Note). Misa kemudian mulai membunuhi orang-orang lagi. Ryuzaki kemudian mengundang Misa ke Markas Besar, saat itu, dia juga menyuruh Soichiro Yagami untuk menyerahkan Death Note yang ada di markas besar ke FBI. Light kemudian menyuruh Rem untuk mengisi nama pengawal yang mengantar Misa didalam Death Note, dengan begitu Rem akan mati. Rem kemudian hancur berubah menjadi pasir. Ryuzaki yang merencanakan jika dia mati, maka pengawal yang mengantar Misa akan meledak untuk menghancurkan Death Note mengalami kegagalan. Pengawal itu mati dan Ryuzakipun mati. Misa kemudian bertemu dengan Light di Lobi. Disana, Light menuliskan nama ayahnya untuk menyerahkan Death Note, ayahnya kemudian kembali ke markas, ternyata Death Note yang ada di tangan Misa adalah palsu. Light menyangka bahwa Misa mengkhianatinya.

Ryuzaki kemudian turun dari tangga sambil memperlihatkan death note-nya. Disana dia sendiri telah menuliskan namanya. Light yang terdesak kemudian berusaha untuk mengambil potongan kertas Death Note yang diselipkan di jam tangannya, saat hendak mengeluarkannya, kemudian jam itupun ditembak oleh salah seorang personil polisi, bernama Tota Matsuda. Saat Light mencoba untuk mengambilnya, Matsuda kemudian menembak kaki Light. Light yang tersudut kemudian meminta Ryuk untuk menuliskan nama semua orang yang ada ditempat itu untuk dibunuh. Tak disangka-sangka, Ryuk justru menuliskan nama Light Yagami, Light kemudian mati karena serangan jantung. Death Note kemudian dihancurkan. Ryuzaki yang menunggu kematiannya kemudian mati dengan tenang.


Dalam versi layar lebarnya, tokoh Raito Yagami diperankan oleh aktor muda Tatsuya Fujiwara, sedangkan tokoh L diperankan oleh Kenichi Matsuyama.

Perbedaan Manga dan Layar Lebar

Perbedaan mendasar antara versi manga dengan versi layar lebarnya adalah dalam versi manga, L kalah dan mati dan kemudian digantikan oleh N (Near) dan M (Mello), namun dalam versi layar lebarnya L dapat mengalahkan Light namun tetap berakhir dengan kematian L. Near hanya muncul dalam Death Note: L Change The World. Sedangkan Mello tidak dimunculkan.